Bangunan Baru Pasar Oeba Belum Representatif

Wali Kota Kupang Jonas Salean saat meninjau bangunan pasar Oeba yang baru diresmikan. (Arman/BN)

Wali Kota Kupang Jonas Salean saat meninjau bangunan pasar Oeba yang baru diresmikan. (Arman/BN)

KUPANG, berandanusantara.com – Bangunan baru pasar Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dinilai belum representatif, karena tidak dapat menampung semua pedagang yang berjualan di pasar tersebut.

Bangunan yang baru diresmikan Wali Kota Kupang Jonas Salean pekan lalu itu, hanya mampu menampung 160 pedagang. Sementara, jumlah pedagang yang harusnya menempati bangunan baru tersebut jumlahnya mencapai 200 lebih pedagang.

Sebelumnya, salah seorang pedagang, Veky Dethan, dalam dialog bersama Wali Kota Kupang telah menyampaikan persoalan ini. Dia juga meminta Wali Kota untuk memperhatikan bangunan hasil kerja sama Pemerintah Kota Kupang dan Kementrian Perdagangan RI ini, karena daya tampung tidak mencukupi untuk semua pedagang.

Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang, Melkianus Bale yang dimintai komentarnya, Selasa (23/2/2016) mengatakan akan mengecek kembali tentang persoalan belum tertampungnya semua pedagang di bangunan baru pasar Oeba.

“Sebelum membangun, pemerintah harus tau terlebih dahulu berapa banyak pedagang yang akan menempati tempat tersebut,” tegas Bale.

Dia menambahkan, pihaknya akan mendorong pemerintah untuk menyiapkan anggaran tambahan untuk pembangunan pasar Oeba, sehingga semua pedagang bisa tertampung dan mendapat tempat yang layak.

Pantauan Wartawan di Pasar Oeba, sejumlah sejumlah pesagang masih menempati tenda-tenda darurat untuk berjualan, karena pada bangunan yang baru telah penuh sesak dan tidak bisa menampung pedagang seluruhnya. (Pito/Aman)

Show Buttons
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Pinterest
Hide Buttons