Bengkel APPek Gagas Ide Lawan Stunting di NTT, Salah satunya dengan Tanam Kelor

Penanaman kelor di desa Oelnasi, kabupaten Kupang. (Ist)

Penanaman kelor di desa Oelnasi, kabupaten Kupang. (Ist)

KUPANG, berandanusantara.com – “Bengkel” Advokasi Pemberdayaan dan Pengembangan Kampung (APPek) NTT menjadi pioner dalam upaya penurunan stunting di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah hal yang dilakukan adalah menanam kelor.

Senin (17/12/2018), bertempat di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Tengah, dilakukan deklarasi penurunan stunting. Dalam deklarasi dan misi besar perangi stunting ini, “Bengkel Appek” menggandeng berbagai pihak, termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) baik dari dalam maupun luar negeri.

Deklarasi tersebut dihadiri Waki Gubernur NTT, Josef Nai Soi dan ditandai dengan penanaman sejumlah anakan kelor di lokasi yang telah disediakan. Semua pihak ikut ambil bagian bersama Wagub Nae Soi melakukan penanaman, termasuk mahasiswa.

Pada kesempatan itu, Wagub Nae Soi memberikan apresiasi yang besar terhadap Bengkel Appek yang telah mendukung upaya pemerintah, bukan saja terkait dengan revolusi hijau dengan menanam kelor, tetapi ikut bersama-sama memerangi stunting di NTT.

“Mudah-mudahan dengan adanya perhatian semua pihak seperti ini, masalah stunting bisa berangsur turun pada tahun-tahun mendatang,” ungkap Nae Soi.

Koordinator umum “Bengkel” APPeK NTT, Vinsensius Bureni mengatakan berdasarkan data yang ada, masalah stunting di provinsi NTT cukup mengkhawatirkan yakni pada posisi 42,6 persen. Oleh karena itu, kata dia, untuk pencegahannya butuh kerja sama semua pihak.

Bureni menjelaskan, persoalan stunting tidak saja dipengaruhi oleh masalah gizi saja, tetapi lebih kepada pola hidup sehat di lingkungan masyarakat. Salah satunya yang menjadi masalah adalah pada sanitasi.

“Kami menggandeng SNV dan LSM lokal yang bergerak di bidang lain seperti, pertanian, pendidikan dan kesehatan termasuk sanitasi,” ungkapnya.

Soal penanaman kelor, Vinsen mengatakan tanaman tersebut memiliki nutrisi tinggi dan sangat baik untuk kesehatan. Apalagi menurutnya, untuk mendapatkannya juga tidak sulit dan mahal. Sangat cocok juga dengan kondisi tanah di NTT.

“Mari sama-sama berjuang agar anak NTT bisa tumbuh sehat dan cerdas,” imbaunya.

Bersasarkan data, angka stunting terbesar di NTT terdapat di kabupaten Kupang, Flores Timur dan Manggarai. Dan Bengkel Appek sedang konsen untuk penanganan di tiga kabupaten tersebut, agar dapat menekan angka stunting di tiga kabupaten tersebut. (AM)

Show Buttons
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Pinterest
Hide Buttons