Diduga Meninggal Tak Wajar, Makam Petrus Taolin Dibongkar

Jasad Petrus Taolin saat digotong ke ruang otopsi. (Foto: Andyos/BN)

Jasad Petrus Taolin saat digotong ke ruang otopsi. (Foto: Andyos/BN)

KEFAMENANU, berandanusantara.com – Suasana haru dan isak tangis menyelimuti jalannya pembongkaran makam Petrus Taolin, Senin (2/5/2015). Orang tua korban dan sanak keluarga korban yang mengikuti proses pembongkaran makam histeris di depan polisi dan ratusan warga setempat yang menonton.

Makam Petrus dibongkar lantaran diduga kematian korban tidak wajar dan ada kejanggalan dari pernyataan Kapolsek Kobalima Kabupaten Malaka yang terlalu dini menyampaikan penyebab kematian korban tanpa terpebih dahulu melakukan olah TKP dan investigasi.

Sebelumnya, Kapolsek Kobalima Malaka, Iptu Samsul Arifin datang menemui keluarga korban di Kefamenanu menyatakan koran tewas karena terseret delapan meter saat kecelakaan. Dan untuk meyakinkan kelurga korban, ia membawa seorang anggota Polisi bernama Carles Dupe yang menurutnya adalah saksi yang melihat langsung kejadian tersebut.

“Pak Kapolpsek datang ketemu saya bersama seorang anak buahnya bernama Charles. Dia bilang si Charles ini saksi yang melihat langsung kejadian di lapangan. Saya masih bilang pada Charles, hati-hati, jangan jadi saksi palsu karena saya akan bawah kasus ini ke jalur hukum,”tandas Hemus Taolin kakak kandung korban kepada awak media.

Kapolsek Kobalima Malaka, Iptu Samsul Arifin, saat dikonfirmasi awak media di lokasi otopsi membantah semua pernyataan itu, meskipun keluarga korban menyatakan memiliki rekaman pernyataan tersebut.

“Saya tidak pernah bilang terseret delapan meter. Sekalipun kamu bilang ada rekaman, silahkan. Namun yang pasti saya tidak pernah bilang seperti itu. Dan Polisi itu bukan saksi.  Dia itu kebetulan driver saya. Saya ini bukan penyidik, jadi silahkan tanya saja kepada penyidik,” ketusnya sambil berlalu dari awak media

Niat keluarga korban dan awak media untuk mendapatkan keterangan pasti terkait jalannya  hasil otopsi dari tim Forensik Polda dan kronologis olah TKP yang sudah dilakukan Satlantas Polres Belu sia-sia belaka. Seluruh perwira polisi baik yang dari Polda maupun Polres  Belu yang hadir di lokasi enggan berkomentar dan berlalu begitu saja meninggalkan lokasi otopsi.

Anehnya lagi, Kasat Lantas Polres Belu Iptu Johan Kurniawan bahkan melarikan diri dan bersembunyi di atas mobil dinas miliknya. Saat awak media menanyakan keberadaan sang Kasat Lantas pada kedua anggota yang duduk di depan mobil, mereka menjawab tidak tahu. Namun, Kasat Lantas diketahui berada di belakang mobil sambil menutupi wajah dengan topi saat awak media mendekati mobil.

Almarhum Petrus Taolin (Ist)

Almarhum Petrus Taolin (Ist)

Petrus Taolin (36) pengusaha muda asal Noemuti, Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, tewas dalam kecelakaan Lalu lintas (12/4) lalu di Dusun Nanfalus, Desa Rainawe, kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, NTT. (Lius Salu)

Show Buttons
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Pinterest
Hide Buttons