Gara-gara Facebook, Pemred Expo NTT dan Wartawan Kompas TV Kupang Dipolisikan

Laporan Polisi Kowmen NTT. (Ist)

Laporan Polisi Kowmen NTT. (Ist)

KUPANG, berandanusantara.com – Komunitas Media Online (Kowmen) Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui Departemen Hukum, Advokasi dan Pengaduan, Selasa (26/4/2016), melaporkan Pemimpin Redaksi (Pemred) Expo NTT, Wens Jhon Rumung dan Kepala Biro Kompas TV, Edy Olin ke Polda NTT.

Laporan KOWMEN NTT tersebut lantaran keduanya diduga telah melakukan pemfitnahan dan pencemaran nama baik melalui media sosial (Facebook). “Saya telah melaporkan saudara Wens Rumung dan Edy Olin, berdasarkan surat tugas yang saya terima,” kata Adrianud Ndu Ufi, ketua Departemen Hukum, Advokasi dan Pengaduan Kowmen NTT, di Mapolda NTT.

Adrianus Ndu Ufi menjelaskan, KOWMEN NTT melaporkan kedua terlapor ke Polda NTT karna diduga telah melakukan tindakan pemfitnahan, pencemaran nama baik dan pelecehan melalui media elektronik terhadap organisasi KOWMEN NTT dan Wakil Gubenrnur NTT melalui akun Facebook.

“Tadi kami diterima oleh Brigpol Heriyadil Arsyad. Laporan kami di Polda dengan nomor STTL/B/125/IV/2016/SPKT. Secara organisasi kami sudah siap menempuh jalur hukum yang ada,” ungkapnya.

Ketua KOWMEN NTT, Joey Rihi Ga pada kesempatan yang sama mengatakan, laporan ini berawal dari status Facebook melalui akun Wens Jhon Rumung pada tanggal 22 April 2016 pukul 21:06 Wita yang berbunyi “Aneh dan memalukan seorang Wagub melantik pengurus organisasi Jurnalistik? Lgikanya, yang melantik adalah yang mengeluarkan SK dan yang melantik yang memberi gaji yang dilantik. Memalukan, baru terjadi di negeri ini”.

“Pada hari yang sama pada jam 9:00 Wita Wakil Gubernur NTT, mengukuhkan BP KOWMEN NTT di Hotel Kristal. Dalam komentar di dalam status tersebut semakin jelas Wens Rumung menyebut APBD NTT sehingga bagi kami ini merupakan pelecehan terhadap organisasi dan juga pelecehan terhadap Pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini Wakil Gubernur,” katanya.

Pemimpin Redaksi Portal berita Seputar NTT ini juga mengungkapkan bahwa dalam status yang dibuat oleh Wens Jhon Rumung juga dikomentari oleh Wartawan Kompas TV, Edy Olin. Dalam komentar tersebut Edy Olin mengatakan “itu organisasi media pemerintah om, makanya wagub yang lantik”. Komentar tersebut lalu dibalas oleh Wens Jhon Rumung “O begitukah, jadi nanti diganti dari APBD NTT”.

“Lalu Edy Olin menjawab komentar Wens katanya, Bisa seperti itu om hehehe. Itu artnya Edy Olin secara sengaja dan sadar mengatakan sesuatu yang melecehkan organisasi KOWMEN NTT. Untuk itu kami sudah serahkan kasus ini ke pansehat hukum KOWMEN NTT untuk memberi pendampingan,” tegasnya.

Sementara Wens Jhon Rumung yang dihubungi terkait dirinya dipolisikan mengaku siap menghadapi laporan yang dilakukan oleh KOWMEN NTT. “Saya siap dan sampai jumpa di meja hijau” katanya.(tim)

Show Buttons
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Pinterest
Hide Buttons