PRRN Gagas Aksi Dukung Ahok

Ist

Ist

KUPANG, berandanusantara.com – Dukungan terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terus mengalir pasca kekalahannya di Pilkada DKI Jakarta. Di Kupang, aksi dukungan digagas oleh Pemuda Revolusi Rote Ndao (PRRN).

Dipimpin oleh Ketua Umum PRRN, Semy Balukh, didampingi Sekjen, Andyos Manu, Selasa (2/5/2017), melakukan pemasangan baliho bertuliskan “Malole Ta Malole, To’o Ahok de Malole” yang artinya “Baik Tidak Baik, Ahok Lebih Baik.” Baliho berukuran 2 X 2 meter itu dipasang di perempatan Jalan El Tari.

Pantauan wartawan, pemasangan baliho dukungan terhadap Ahok ini sempat menyedot perhatian warga yang melintasi jalan tersebut. Tak pelak, para pengendara ada yang memperlambat laju kendaraan untuk sekedar melihat dan membaca isi tulisan dalam baliho. Meski demikian, aksi tersebut tidak menimbulkan kemacetan.

Semy Balukh pada kesempatan itu menjelaskan, aksi tersebut dilakukan PRRN sebagai wujud dukungan terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, lantaran Ahok dipandang sebagai pemimpin yang sangat menjaga kebhinekaan, serta dapat membawa perubahan yang nyata bagi masyarakat.

“Pak Ahok sosok yang anti radikalisme. Dia sangat pro terhadap keberanekaragaman di Indonesia,” ujar dia.

Menurut dia, aksi dukungan PRRN terhadap Ahok tidak berhenti sampai di situ, namun akan dilanjutkan dengan kegiatan pembakaran seribu lilin yang akan dipusatkan di lokasi yang sama yakni jalan El Tari Kupang, Rabu (3/5/2017). Dalam aksi tersebut, PRRN mengajak semua elemen atau siapa saja yang mendukung Ahok untuk dapat terlibat.

“Siapa saja yang mendukung Ahok silahkan terlibat. Atau yang juga ingin memasang baliho atau krans bunga dukungan terhadap Ahok pun jauh lebih baik,” katanya.

Selain pemasangan baliho dan pembakaran seribu lilin, PRRN juga akan menggelar mimbar bebas pada puncak hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 20 Mei 2017 mendatang di arena Car Free Day, juga di tempat yang sama yakni jalan El Tari Kupang.

Dalam kegiatan mimbar bebas itu, jelas Semy, siapapun baik aktivis, politisi, masyarakat dari berbagai latar belakang atau siapa saja diberi ruang untuk berorasi tentang Ahok dengan durasi waktu yang akan diatur panitia. Semua bebas bicara apa saja tentang sosok Ahok.

“Dalam kegiatan itu, kami juga menyiapkan media berupa spanduk dan mengajak masyarakat memberikan tanda tangan, serta pikirannya mengenai jabatan apa yang pas untuk Ahok setelah kalah di pilkada DKI,” pungkas dia. (AM/tim)

Show Buttons
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Pinterest
Hide Buttons