TMMD Adalah Salah Satu Wujud Operasi Bhakti TNI AD

Komandan Kodim 1618 TTU, Letkol Arm Dody Diantoro,bersama Istri dan sejumlah anggotanya saat pose bersama. (Lius Salu/BN)

Komandan Kodim 1618 TTU, Letkol Arm Dody Diantoro,bersama Istri dan sejumlah anggotanya saat pose bersama. (Lius Salu/BN)

KEFAMENANU, berandanusantara.com,- Salah satu tugas TNI dalam rangka operasi militer selain perang (OMSP) adalah membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan di daerah. Karena TMMD adalah salah satu wujud operasi bhakti TNI yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Departemen lembaga pemerintah non departemen dan pemerintah daerah serta komponen bangsa lainnya yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan khususnya daerah yang tertinggal, terisolasi, perbatasan dan daerah kumuh perkotaan yang terkena dampak akibat bencana.

Demikian yang disampaikan Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Dody Diantoro ketika dikonfirmasi berandanusantara.com, Rabu (22/4/2015) mengenai program TMMD terutama di Desa Kuluan Kecamatan Biboki Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Dody, sapaan akrab Dandim Dody Diantoro, TMMD merupakan program tahunan dari Mabes TNI-AD yang dilaksanakan sejak Tahun 1980 di seluruh wilayah Negara Kesatuan Repoblik Indonesia guna menunjang keberhasilan pembangunan nasional. Dan program TMMD Tahun 2015 ini merupakan program TMMD yang ke-94 dan akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia selama 21 hari, terhitung dari tanggal 7 Mei sampai tanggal 27 Mei 2015 dengan sasaran pembangunan kegiatan meliputi kegiatan fisik, merehabilitasi sarana dan prasarana yang rusak. Meningkatkan sarana dan prasarana wilayah yang berada di pedesaan berupa infrastruktur, fasilitas umum dan sosial. Sedangkan kegiatan non fisik meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara di kalangan masyarakat, kesadaran bela negara, penegakkan hukum disiplin nasional dan pengetahuan lainnya  yang dibutuhkan oleh masyarakat pedesaan seperti keluarga berencana, kesehatan, pertanian, peternakan dan lain-lain melalui penyuluhan atau kegiatan lainnya yang sifatnya memberikan pencerahan dan penguatan jati diri bangsa.

Dody mengatakan, program TMMD ini dilaksanakan melalui proses perencanaan yang mengutamakan aspirasi dan kepentingan masyarakat di daerah sasaran dengan menggunakan bottom up planning systim yang dilaksanakan secara kompherensif dan integral karena melibatkan semua unsur yang terkait mulai dari tingkat desa dan kelurahan. Sasaran yang dipilih berdasarkan skala prioritas, diteliti dan dipadukan dengan program pemerintah daerah dan kemudian dibahas di forum  DPRD untuk disahkan menjadi program pembangunan daerah. Oleh karena itu, sebagai ujung tombak pembangunan di wilayah Kabupaten TTU, Kodim 1618/TTU menyadari akan pentingnya peningkatan kesejahteraan dan derajat hidup masyarakat untuk menciptakan ketahanan nasional yang tangguh dengan melaksanakan kegiatan TMMD di Desa Kuluan dengan menggunakan dana APBD tahun anggaran 2015 sebesar Rp. 500 juta.

Diakhir diskusi, Dandim Dody mengatakan kegiatan TMMD apliksinya sangat luas dan mencakup banyak hal yang akhirnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan melestarikan kemanunggalan TNI-Rakyat.
(Lius Salu)

Show Buttons
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Pinterest
Hide Buttons