Usai Kegiatan Pelatihan, Ratusan Pendamping Desa Diterlantarkan

Ist

Ist

KUPANG, berandanusantara.com – Ratusan Pendamping Desa merasa kecewa lantaran merasa diterlantarkan usai mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, melalui Even Organizer PT Surya Abadi.

Para peserta seharusnya telah kembali ke tempat daerahnya masing-masing pada tanggal 16 November 2018 hari ini. Namun, usai check out dari hotel masing-masing tempat menginap, ternyata proses administrasi peserta masih terjadi tarik ulur.

Pantauan di hotel Sasando Kupang, Jumat (16/11/2018), para peserta harus menunggu berjam-jam sambil menanti proses administrasi dari pihak penyelenggara. Peserta nampak duduk berhamburan di lantai lobi hotel dan sebagiannya lagi di halaman.

Salah seorang peserta Jery Malelak, Pendamping Desa asal kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengaku sangat kecewa. Pasalnya, para peserta yang berasal dari Kota Kupang administrasinya telah diproses terlebih dahulu, sementara dirinya bersama rekan-rekan yang notabenya berasal dari luar Kupang belum diproses.

Dia juga mengaku sangat dirugikan karena seharusnya usai kegiatan, mereka harus kembali ke tempat tugas masing-masing untuk meneruskan ilmu yang diperoleh selama masa pelatihan. “Ini sangat merugikan kami sebagai pendamping dan masyarakat,” ujar dia.

Sementara Konsultan Pendamping Wilayah yang enggan menyebutkan namanya, mengatakan, pihak penyelenggara (EO) sementara mengurusi persoalan tersebut. Menurutnya, bagi peserta yang berasal dari luar Kupang seperti Sumba, Flores dan Alor akan dinginapkan kembali satu malam sambil proses administrasi berjalan.

“Kalau peserta dari daratan Timor akan dipulangkan paling lambat malam ini,” katanya.

Kegiatan pelatihan tersebut melibatkan seluruh pendamping desa di NTT yang totalnya 635 orang, dengan menggunakan lima hotel diantaranya Swiss Bellin Kristal, Sotis, On The Rock, Sasando dan Sahid T-More.

Sementara pihak penyelenggara kegiatan, dalam hal ini PT Surya Abadi hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. (Tim)

Show Buttons
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Pinterest
Hide Buttons