Bangun Sinergitas, Gerbang Tani NTT Audiens dengan Kadis PMD

  • Whatsapp
Pengurus Gerbang Tani NTT bersama Kadis PMD NTT. (Foto: BN)

KUPANG, berandanusantara.com – Pengurus DPW Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan (Gerbang Tani) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/5/2021), menyambangi kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) NTT.

Rombongan DPW Gerbang Tani NTT yang dipimpin Ketua, Vincent Mone didampingi sejumlah pengurus dan diterima langsung Kepala Dinas, Viktor Manek di ruang kerjanya.

Read More

banner 728x250

Dalam audiens tersebut, selain memperkenalkan organisasi Gerbang Tani, juga didiskusikan berbagai hal yang berhubungan dengan pemberdayaan masyarakat desa khususnya di bidang pertanian dan kelautan.

Vincent Mone pada kesempatan itu mengatakan saat ini sasaran Gerbang Tani adalah membangun sinergitas dengan berbagai stakehorder dan pemangku kepentingan, untuk mewujdukan misi Kedaulatan Pangan di NTT.

Selain itu, menurutnya, pendampingan kepada kelompok-kelompok tani yang telah dibentuk berdasarkan inisiatif masyarakat, pemerintah, serta oleh Gerbang Tani nantinya, sehingga tahapan mulai dari produksi hingga pemasaran.

“Persoalan saat ini yang dihadapi petani saat ini selain pupuk, alat pertanian, serta pemasaran. Sangat penting juga untuk memberdayakan Bumdes untuk bisa mendukung,” ujar Mone.

Kepala DPMD NTT, Viktor Manek pada kesempatan itu mengapresiasi DPW Gerbang Tani NTT yang membangun sinergitas dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah untuk kesejahteraan petani dan nelayan.

Dia berharap agar Gerbang Tani NTT dan DPMD NTT bisa bersinergi sesuai dengan visi misi masing-masing. Kolaborasi ini diharapkan bisa menjadi pembuka jalan untuk mewujudkan berbagai capaian yang dicita-citakan.

“Kami selaku pemerintah tentunya berterima kasih kepada Gerbang Tani yang punya misi dalam pemberdayaan masyarakat. Tentunya kami siap untuk berkolaborasi,” ujar mantan Penjabat Bupati Malaka ini.

Dia juga mengingatkan Gerbang Tani NTT untuk terus mendorong serta mensosialisasikan kepada para petani untuk mengelola berbagai jenis tanaman dengan sistem pemupukan secara organik.

“Sasaran pasar seperti hotel, supermarket maupun restoran butuh yang organik,” pungkasnya. (*BN/AM)

Related posts