KUPANG, BN – Kupang – PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) terus melangkah maju memperkuat perannya sebagai bank pembangunan daerah dengan visi global. Setelah resmi menyandang status bank devisa, Bank NTT kini mematangkan rencana ekspansi besar dengan membuka cabang di Timor Leste pada 2026.
Langkah ini sejalan dengan inisiatif Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, yang mendorong inovasi keuangan sebagai penguat konektivitas ekonomi lintas negara. Saat kunjungannya ke Timor Leste pada 28 Agustus 2025, Johni mengusulkan sistem pembayaran digital lintas negara menggunakan layanan Bank NTT. Sistem ini diharapkan mempermudah transaksi perdagangan, pariwisata, serta mobilitas masyarakat di perbatasan kedua negara.
Plt Direktur Utama Bank NTT, Yohanis Landu Praing, menyambut positif gagasan tersebut. “Dorongan dari Wakil Gubernur NTT sangat strategis. Kami akan menyiapkan regulasi, infrastruktur, dan sistem pembayaran digital agar gagasan ini dapat terealisasi. Hal ini sejalan dengan rencana ekspansi kami membuka cabang di Timor Leste pada 2026,” ujar Yohanis di Kupang, Selasa (2/9/2025).
Menurut Yohanis, keberadaan cabang Bank NTT di Timor Leste akan memudahkan masyarakat dan pelaku usaha melakukan transaksi keuangan lintas batas. Seluruh layanan nantinya dapat diakses melalui ATM, EDC, hingga sistem pembayaran digital yang terkoneksi langsung dengan jaringan Bank NTT.
“Dengan adanya cabang di Timor Leste, semua transaksi bisa dilakukan lewat Bank NTT. Kami siapkan sistem pembayaran digital dan layanan cross-border sesuai mekanisme Bank Indonesia, sekaligus memperkuat aspek kepatuhan terhadap standar internasional,” jelasnya.
Lebih dari sekadar layanan perbankan, ekspansi ini diharapkan memberi dampak nyata bagi ekonomi NTT. Bank NTT ingin mendorong produk-produk UMKM lokal agar lebih mudah menembus pasar Timor Leste.
“Bank NTT tidak bisa berdiri sendiri. Kami akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, akademisi, media, hingga swasta untuk mendampingi UMKM agar siap bersaing. Dengan adanya cabang di Timor Leste, produk UMKM NTT bisa masuk pasar luar negeri dengan lebih mudah,” katanya.
Selain UMKM, sektor pariwisata juga akan terdongkrak. Bank NTT berencana mengintegrasikan layanan perbankan dengan event internasional seperti Tour de NTT, yang diikuti lebih dari 100 pembalap dari 13 negara.
“Event internasional ini momentum strategis. Dengan dukungan perbankan, UMKM yang terlibat bisa langsung merasakan manfaatnya, dan pariwisata NTT akan semakin dikenal luas di tingkat global,” tambah Yohanis.
Rencana ekspansi ini menjadi bagian dari visi pembangunan daerah dan nasional, mengingat posisi NTT yang strategis sebagai gerbang Indonesia menuju Timor Leste.
“Kami harus selaras dengan program pemerintah pusat dan provinsi. Ekspansi ini bukan semata-mata kepentingan bank, tetapi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan yang inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan dukungan regulasi, sinergi lintas sektor, serta penguatan sistem perbankan digital, Bank NTT optimistis cabang di Timor Leste akan menjadi tonggak penting dalam perjalanan Bank NTT sebagai bank pembangunan daerah yang berdaya saing global. (*/BN)






