Cerita Cagub BKH Makan Pisang Bersama Rakyat di Pasar Matawai

  • Whatsapp
Cagub BKH didampingi menikmati pisang bersama pedagang di pasar Matawai, Sumba Timur. (Ist)
Cagub BKH didampingi menikmati pisang bersama pedagang di pasar Matawai, Sumba Timur. (Ist)
Cagub BKH didampingi menikmati pisang bersama pedagang di pasar Matawai, Sumba Timur. (Ist)

WAINGAPU, berandanusantara.com – Cagub NTT Benny K Harman, atau akrab disapa BKH, Senin (12/3/2018) pagi tiba di Kota Waingapu, kabupaten Sumba Timur, setelah melakukan perjalanan dengan pesawat terbang kurang lebih lamanya satu jam.

Seakan tak kenal lelah, usai turun pesawat, BKH bersama tim langsung melakukan blusukan ke Pasar Matawai, yang letaknya kurang lebih 3 Kilometer dari pusat Kota Waingapu. Padahal sehari sebelumnya, dirinya baru saja menyisir Pulau Timor dari Kota Kupang hingga Kabupaten Malaka.

Tiba di Pasar Matawai, para pedagang heran dan tak menyangka, sosok yang selama ini hanya mereka lihat di Televisi itu dapat datang menghampiri mereka. BKH pun langsung menyalami satu persatu pedagang di pasar itu. Mereka pun menyambut figur yang cukup berpengaruh di kancah nasional itu dengan hangat.

Kebahagiaan semakin nampak ketika BKH mengajak para pedagang untuk ngobrol. Suasana akrab dan penuh kekeluargaan pun begitu kental antara para pedagang dan BKH. BKH seakan menjadi sosok yang selama ini diidam-idamkan para pedagang. Diskusi diantara mereka pun mulai nampak serius.

Sambil bercerita, BKH disuguhi pisang yang dijual pedagang. BKH nampak menikmati sekali pisang yang sangat lezat milik pedagang itu. Bahkan, layaknya segelas anggur dalam sebuah pesta, ada “tos pisang” BKH dengan para pedagang yang juga menikmatinya.

Namun, kenikmatan itu sejenak terhenti lantaran BKH mendengar banyak keluhan pedagang di pasar tersebut. Lagi-lagi keluhan klasik keluar dari mulut pedagang yakni modal usaha. Mereka mengaku bunga yang ditawarkan baik Koperasi maupun Bank sangat mencekik leher.

“Kami sangat mendukung pak BKH. Tolong bantu kami modal usaha,” ungkap Markus Jalamojo, seorang pedagang di hadapan BKH.

BKH pun lantas menguatkan mereka, sembari berjanji akan memperhatikan berbagai keluhan yang sudah menjadi persoalan sebagian besar pedagang kecil di NTT. Menurut BKH, modal usaha tanpa jaminan sudah jadi prioritas bagi masyarakat yang membutuhkan modal usaha.

Mantan pimpinan Komisi III itu pun geram terhadap praktek rentenir yang disebutnya sebagai “bank gelap”. “Praktek bank gelap harus diberantas karena sangat menyusakan rakyat,” tandasnya. (AM/tim)

Galeri Foto Blusukan BKH di Pasar Matawai, Sumba Timur

BKH menyalami satu persatu Pedagang yang ditemui. (Ist)
BKH menyalami satu persatu Pedagang yang ditemui. (Ist)
Diskusi ringan BKH dan Pedagang. (Ist)
Diskusi ringan BKH dan Pedagang. (Ist)

 

 

Related posts