Expo Kreatif Anak Negeri 2020, Gairahkan Ekonomi NTT Lewat Sektor UMKM

Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Istimewa

KUPANG, berandanusantara.com – Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat besar terhadap perekonomian di dunia, tak terkecuali Indonesia. Ditambah ancaman resesi ekonomi yang ikut menjadi ketakutan besar.

Di Indonesia, respon kebijakan fiskal, serta bauran kebijakan moneter dan keuangan telah dilakukan pemerintah guna menjaga kesinambungan ekonomi, sosial, serta untuk mengatasi dampak epidomologik.

Realokasi anggaran dan refocusing program, serta berbagai paket stimulus ekonomi telah digulirkan di awal terjadinya pandemi demi penyelamatan kesehatan dan perekonomian, serta menjaga stabilitas keuangan.

Anggaran senilai Rp123 Triliun telah dialokasikan negara sebagai bagian dari program pemulihan ekonomi nasional untuk sektor Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM).

Anggaran itu untuk subsidi bunga, penempatan dana untuk restrukturisasi dan penyaluran kredit baru, penjaminan modal kerja, dan insentif pajak untuk UMKM.

Istimewa

Di NTT, sektor UMKM menjadi pilar utama struktur ekonomi riil. Tercatat, pelaku usaha di NTT 99 persen adalah UMKM atau sejumlah 105.180 unit. Sehingga, untuk kembali menggairahkan sektor ini, pemerintah NTT bersama Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), perbankan serta BUMN dan BUMD menggelar Expo Kreatif Anak Negeri 2020.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari yakni 16–17 September 2020, bertempat di Milenium Balroom, Kota Kupang. Kegiatan ini melibatkan sejumlah pelaku UMKM binaan dari berbagai daerah di NTT. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nai Soi.

Pada kesempatan itu, Josef Nai Soi mengatakan pemerintah provinsi NTT berkomitmen untuk memulihkan kembali ekonomi NTT yang merosot selama enam bulan terakhir karena dampak wabah virus corona.

Menurutnya, UMKM merupakan sektor usaha yang menopang perekonomian nasional. Untuk itu, pihaknya juga berkomitmen untuk melakukan pemberdayaan terhadap pelaku UMKM yang ada di provinsi NTT.

“Pemerintah tentunya harus bijaksana dalam pemberdayaan UMKM. Selain itu, harus adanya dukungan dari semua elemen masyarakat,” ujar Wagub Nae Soi.

Ia melanjutkan, untuk membangun perekonomian di NTT, membutuhkan sinergitas dan komitmen dari semua pihak, sehingga dapat mengubah ekonomi NTT ke arah yang lebih baik.

“Kita berkomitmen untuk menuntaskan pembangunan ekonomi berbasis ekonomi kerakyatan sebagai bagian dari pembangunan daerah,” tandas Nai Soi.

Ketua Panitia, Lery Rupidara menjelaskan, Expo Kreatif Anak Negeri 2020 ini mencakup tiga hal besar, yakni bisnis matching, bisnis coaching dan pameran karya anak-anak daerah yang terdiri dari produk makanan, souvenir maupun tenun ikat.

Tujuan dari kegiatan tersebut, jelas Kepala Biro Ekonomi dan Kerjasama Setda provinsi NTT ini, yakni akselerasi dan recovery ekonomi di provinsi NTT yang berbasis pada sektor UMKM. Pelaksanaanya pun tetap mengikuti protokol pencegahan Covid-19.

“Ini momentum bagi pelaku UMKM untuk bisa bangkit dan bergairah agar kembali memulihkan perekonomian di NTT,” jelas Rupidara.

Adaptasi Cerdas

Harry Aleksander Riwu Kaho. (Ist)

Ketua Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) NTT, Harry Aleksander Riwu Kaho mengatakan dalam situasi yang sulit akibat pandemi Covid-19, semua pihak tidak bisa berdiam diri namun mesti melakukan adaptasi secara cerdas.

Menurut Plt. Dirut Bank NTT ini, dalam kondisi ini pergerakan ekonomi juga harus terus berjalan untuk bisa menopang keberlangsungan hidup masyarakat. Lewat Expo yang dihelat, dia berharap semua produk karya anak daerah bisa terserap baik pengunjung, maupun pihak korporasi.

“Harus ada multi efek player yang dicapai. Meskipun dalam situasi yang sulit dan terbatas, namun kegiatan ini menjadi pintu gerbang membangkitkan UMKM di NTT,” ujar Riwu Kaho.

Menurut mantan Kepala Cabang Bank NTT Waingapu ini, kegiatan Expo sekaligus menciptakan pasar sehingga rantai distribusi terhadap berbagai produk yang dihasilkan bisa terserap secara baik.

“Bisa saja pasar secara online (daring), maupun konvensional,” pungkasnya. (AM/BN/NM)


Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Show Buttons
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Pinterest
Hide Buttons