Generasi Milenial di Panggung Politik Partai Golkar

Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Share Button

Grace Famdale (foto: istimewa)

KUPANG, berandanusantara.com – Kehadiran generasi milenial dalam dunia politik memberi warna tersendiri, terutama membentuk pandangan partai politik terhadap potensi anak-anak muda. Sebagai partai tua, Golkar pun tak mau ketinggalan. Partai berlambang beringin itu pun merangkul kaum milenial untuk terjun ke ranah politik.

Beberapa tahun terakhir, saat Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) diketuai Emanuel Melkiades Laka Lena, atau yang lebih dikenal dengam Melki Laka Lena, Golkar NTT dihiasi oleh sejumlah kaum milenial. Mereka dipercaya duduk dalam kepengurusan. Bahkan diberi panggung untuk mengasa kemampuan berpolitik.

Salah satu kaum milenial partai Golkar NTT, Grace Natalia Hengki Famdale, yang dihubungi media ini, Sabtu (17/10/2020), mengatakan partai Golkar yang akan menginjak usia ke-56 tahun sudah semakin maju dan berubah. Partai Golkar sudah tidak lagi terkesan sebagai tempat berkumpulnya orang-orang tua lagi.

“Partai Golkar kini sudah dengan wajah baru yaitu memberi ruang bagi generasi milenial untuk belajar dan berkarya, melalui jalur politik,” ujar Grace, sapaan akrab gadis berparas cantik yang saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa aktif di Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara ini.

Grace yang ditempatkan di pengurus DPD Golkar NTT pada Biro Pariwisata, Koperasi dan Ekonomi Kreatif ini merasa berbangga, karena komitmen Golkar yang memberi ruang kepada kaum milenial. Baginya, itu merupakan sebuah penghargaan besar bagi anak-anak muda untuk berekspresi dan mengembangkan talenta politik sejak dini.

“Kami diberi panggung dan itu membuat kami lebih percaya diri untuk terus belajar tentang politik,” ungkap gadis kelahiran 2 Desember 1999 yang punya hobi membaca buku dan traveling ini.

Menurut Grace, selama ini politik terkesan kaku, kotor, saling sikut, serta selalu menggunakan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan. Namun, justru bukan itu yang diajarkan di dalam partai Golkar. Justru menurutnya, partai Golkar menjadi tempat yang tepat untuk bertemu banyak orang dan berdiskusi.

“Justru kami bisa berdiskusi dengan para pemimpin. Tidak ada jarak diantara kami dan kami bisa belajar dari para pemimpin yang ada di partai Golkar,” jelas Grace yang mengaku bercita-cita menjadi Notaris, mengikuti jejak sang ayah, Hengki Famdale yang berprofesi sebagai Notaris.

Dia menjelaskan, partai Golkar kini semakin terlihat milenial dengan gaya merangkulnya yang menarik. Contohnya dengan membangun sport center, mengadakan turnamen e-sport atau game onlien seperti Pub G Mobile, serta berbagai kegiatan lainnya dengan segmentasi anak muda.

Bagi Grace, dengan semakin banyaknya anak muda dalam kepengurusan partai Golkar, maka akan semakin paham tentang cara menarik anak muda masuk ke politik. Apalagi, di dalam partai Golkar, mendapag kesempatan belajar politik secara gratis, serta bagaimana dibentuk untuk menjadi seorang pemimpin.

Problem Kaum Milenial

Meski saat ini partai politik banyak menbuka ruang bagi anak-anak muda, namun keterwakilan anak-anak muda dalam parlemen dan institusi politik lainnya masih sangat minim, bahkan masih didominasi oleh generasi tua. Bagi Grace Famdale, ini menjadi problem sekaligus pekerjaan rumah (PR) bagi partai Golkar.

Menurut dia, masih minimnya keterwakilan anak-anak muda baik di dalam parlemen dipengaruhi oleh beberapa faktor. Yakni, menjadi seorang politisi membutuhkan modal secara finansial, popularitas, sosial serta pendidikan. Menurutnya, kaum milenial belum punya modal tersebut sehingga, ketertarikan milenial untuk terjun ke politik menjadi minim.

“Ditambah lagi ada stigma negatif tentang politik seta kurangnya rasa percaya diri akan tanggung jawab yang besar dalam parlemen,” jelas Grace yang merupakan putri dari Inche Sayuna, politisi perempuan NTT yang kini menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD NTT.

Meski demikian, kata Grace, negara ini dalam sejarahnya mencatat peranan dan kontribusi dari kaum muda sangat besar. Sehingga, jika berbicara tentang potensi anak muda, sebetulnya sangat besar dan tinggal dikembangkan dan diasah sehingga lebih terarah.

“Saya berharap kedepannya partai Golkar mulai berpikir dan mempersiapkan bekal bagi anak muda untuk menjadi generasi penerus yang hebat dan dapat diandalkan oleh partai. Mereka dapat melatih tentang cara berkampanye, membina basis pemilih, merebut hati masyarakat dan keterampilan untuk menjadi anggota parlemen,” tandasnya.

Selain itu, menurutnya, dengan adanya ruang untuk berdiskusi dengan para senior politik menjadi bekal yang berharga untuk mematangkan generasi milenial dalam dunia politik. Karena bagi Grace, kaum milenial memegang peranan yang penting dalam sebuah perubahan, karena mereka memiliki pemikiran yang kritis dan memiliki inspirasi yang baik untuk kemajuan di dunia politik.

“Partai Golkar harus bisa meramu sebuah cita rasa berpolitik yang sesuai dengan selera anak muda, karena itu akan menjadi magnet yang kuat bagi anak muda untuk berlindung dibawah pohon beringin ini,” pungkasnya. (Andyos Manu)


Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Show Buttons
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Pinterest
Hide Buttons