Kekerasan Terhadap Warga Pubabu–Besipae Terjadi, Ada yang Sampai Pingsan

Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Share Button

Istimewa

KUPANG, berandanusantara.com – Video yang memperlihatkan aksi kekerasan terhadap warga Pubabu–Besipae, kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), beredar luas di media sosial.

Video bedurasi 2 menit 50 detik itu terlihat jelas warga yang sebagian besar adalah perempuan, ditendang, dicekik, bahkan didorong hingga jatuh. Seorang warga sampai pingsan.

Berdasarkan kronologi yang diperoleh media ini, kejadian tersebut bermula ketika rombongan aparat yakni Pol PP, Polisi dan TNI sekitar pukul 11:48 Wita tiba di lokasi Pubabu–Besipae.

Kedatangan rombongan tersebut untuk melakukan penghijauan atau penanaman sejumlah anakan pohon lamtoro, di lokasi yang masih bermasalah.

Meski demikian, niat rombongan tersebut mendapat penolakan dari warga Pubabu–Besiapae, dengan alasan persoalan di lokasi tersebut masih belum menemui titik temu.

Alasan lain karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, apalagi rombongan mencapai hampir 200-an orang. Sehingga, warga meminta untuk tidak dilakukan di tempat itu.

Karena tidak ada kata sepakat, keributan itu pun terjadi. Lima orang warga diketahui menjadi korban tindakan kekerasan tersebut.

Para korban diantaranya; Debora Nomleni, tangannya diputar hingga mengalami keseleo; Demaris, dicekik dan dibanting hingga lehernya terluka dan pingsan.

Selain itu, Garsi Tanu, ditarik-tarik; Novi, ditendang dan dibanting hingga badannya penuh lumpur; serta Marlin, didorong hingga jatuh ke tanah.

Salah seorang warga Pubabu–Besipae, yang dikonfirmasi melalui telepon seluler, Rabu (14/9/2020), membenarkan adanya tindakan kekerasan tersebut.

“Betul, kejadiannya hampir jam 12 siang,” ungkapnya.

Sementara Sekertaris Badan Pendapatan dan Aset Daerah provinsi NTT, Wely Rihi Mone yang dikonfirmasi justru membantah kalau aparat Pol PP provinsi NTT melakukan kekerasan terhadap warga.

Dirinya bahkan menuding warga setempat justru yang melakukan kekerasan terhadap aparat. Bahkan, pihaknya akan melaporkan tindakan tersebut ke pihak berwajib.

“Anggota Pol PP ada yang kepala sampai bocor,” katanya. (*AM/BN)


Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Show Buttons
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Pinterest
Hide Buttons