Kolaborasi Bank NTT dan Indomaret Pasarkan Produk UMKM Lokal

  • Whatsapp
Boy Nunuhitu. (Foto: istimewa)

KUPANG, BN – Inovasi cerdas Bank NTT dalam mempersiapkan ribuan UMKM di NTT yakni melakukan pendampingan dalam pengelolaan, kemasan hingga memfasilitasi penjualan secara digital untuk bertarung di era pasar bebas, kini mulai menunjukkan hasil.

Kamis (9/3/2023) eksistensi Bank Kebanggaan masyarakat NTT ini mendapat pengakuan dan kepercayaan dari dua lembaga bisnis besar di tanah air yakni Indomaret dan Krealogi. Mereka senang bisa berkolaborasi dengan Bank NTT.

Read More

Untuk diketahui bahwa Indomaret, jaringan minimarket yang menyediakan kebutuhan pokok dan sehari-hari kini menyebar luas di Kota Kupang. Bahkan, ekspansi bisnis mereka sedang dalam penjajakan di sejumlah Kabupaten di NTT.

Salah satu konsep manajemen Indomaret saat ini adalah mengembangkan dan memasarkan UMKM dengan bahan baku lokal di NTT.

Branch Manager Indomaret, Ridwan Syahroni, Kamis (9/3/2023) mengatakan, pihaknya memilih bermitra dengan Bank NTT karena ada kesamaan konsep dalam pemberdayaan UMKM.

“Terutama UMKM lokal yang ada di sekitar toko kita. Jadi kebetulan kita ketemu dengan Bank NTT yang konsepnya sama sehingga kita jajaki lebih lanjut supaya bisa bersinergi. Kalau kita kerja sama-sama, hasilnya bisa lebih cepat kita dapatkan, terutama para pelaku UMKM local,”sebut Ridwan yang juga berterimakasih atas perhatian Pemerintah Kota Kupang, yang sudah menggelar Seminar UMKM yang dibuka oleh Penjabat Walikota Kupang, George M. Hadjoh.

“Dari Pemda sendiri juga memang sudah banyak binaan terhadap UMKM baik dari Dinas Perindag, Dinas Koperasi, Dinas Kesehatan dan lainnya, mereka masing-masing punya UMKM binaan. Ini yang menurut kami ada kesamaan konsep, apa lagi ditambah dengan Bank NTT yang juga punya konsep yang sama untuk mengembangkan UMKM jadi kita tindaklanjuti,” katanya.

Dia menambahkan, sebuah produk untuk masuk ke Indomaret ada sistemnya, ada kurasi, ada proses administrasi dan lain-lain.

“Semua pihak boleh mengajukan. Kebetulan ada binaan dari Bank NTT yang kemarin masuk ke kami dan bisa lolos masuk sehingga bisa jual di Indomaret. Kami tidak mengkhususkan harus dengan siapa. Tetapi selama produk UMKM secara kualitas, secara harga bisa masuk ke kami, dan semua persyaratan terpenuhi kami welcome. Dan salah satunya adalah UMKM binaan Bank NTT,” katanya.

11 Produk UMKM Binaan Bank NTT
Masih menurut Ridwan Syahroni, hingga kini sudah ada 11 produk UMKM Binaan Bank NTT yang masuk dipasarkan di Indomaret.

“Waktu awal kami buka itu ada 4 produk yaitu Madu Hutan, Kopi Almetira, Stik Keju dan Kripik Emping. Kemudian tadi saat berbarengan dengan seminar UMKM, kami launching 7 lagi tambahan. Pada bulan November 2022 lalu, kami mulai proses kurasi dan akhirnya masuk 7 produk baru ini. Kami mulai jual hari ini di toko-toko kami. Semua sudah masuk di seluruh toko yang ada di Kupang yang saat ini totalnya ada 38 toko di Kota Kupang. Termasuk nanti yang buka di Kabupaten akan menjual juga,” katanya.

Dia juga mengakui, sejauh ini Bank NTT sudah banyak memberi kemudahan bagi Indomaret dalam mengembangkan jaringan bisnis di NTT.

“Banyak juga lokasi-lokasi yang kami sewa di Kupang, pemiliknya itu ada berhubungan bisnis dengan Bank NTT. Dan sejauh ini Bank NTT benar-benar memberi kemudahan. Bank NTT juga tidak membuat suatu batasan-batasan yang akhirnya membuat kerjasama kita dengan pemilik lahan ini menjadi terhambat,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Bank NTT yang akan mensupport Indomaret dengan pengadaan ATM kemudian EDC di toko-toko Indomaret.

“Ini luar biasa Bank NTT, dan kami segera tindaklanjuti dengan harapan agar secepatnya berjalan sehingga nanti secara pelayanan kami ke konsumen bisa lebih maksimal,” katanya.

Azalea Ayuningtyas dari Krealogi juga mengaku punya kesamaan misi dengan Bank NTT soal pengembangan UMKM.

“Kita ini memang ekosistem digital untuk mengembangkan UMKM. Kebetulan punya misi yang sama dengan Bank NTT maupun juga Indomaret. Jadi kami diajak oleh Bank NTT untuk tadi juga mengisi seminar pengembangan UMKM yang diadakan bersama dengan Indomaret. Kita juga ingin membantu menjembatani UMKM agar semuanya siap untuk masuk ke toko-toko moderen seperti Indomaret, supaya lebih berhasil penjuannya nanti,” sebut Ayu yang saat ini sudah mendampingi 531 pelaku UMKM di NTT.

Pimpinan Kantor Cabang Utama (KCU) Bank NTT, Boy Nunuhitu mengatakan, Indomaret memberikan kemudahan untuk para pelaku UMKM Binaan Bank NTT dalam pemasaran produk lokal. “Kalau produk kita sampai bisa masuk ke Indomaret berarti kelasnya naik, karena sudah masuk ke store Nasional,” katanya.

Boy Nunuhitu mengatakan, digital transaksi Bank NTT juga bisa terlibat di Indomaret. Apalagi, ada outlet-outlet Indomaret yang membuka layanan 24 jam.

“Saat ini baru satu di Kota Kupang yang outlet 24 jam, kedepannya mungkin ada lebih dari 10 outlet yang akan 24 jam di Kota Kupang maka Bank NTT juga hadir di sana,” katanya.

Dia menambahkan, jika Indomaret melakukan ekspansi bisnis ke daratan Sumba dan Flores misalnya, juga akan ada Bank NTT di sana yang siap bersinergi. Boy Nunuhitu mengatakan, yang perlu diperhatikan dari pelaku UMKM adalah kualitas dan kuantitas produk terus dijaga. Paslnya, ketika masuk ke outlet Nasional Indomaret berarti kontinuitas harus dijaga.

“Kami sudah biacarakan bahwa bukan saja produk dalam bentuk paket kemasan seperti kopi atau morige tapi juga sayuran segar dari binaan Bank NTT juga dikasih kesempatan untuk masuk. Bahkan bisa juga ayam beku dan lain-lain juga dikasih kesempatan untuk bisa masuk dan itu banyak binaan Bank NTT,”ujar Boy. (*/BN/SI/HMS)

Related posts