Kolaborasi PowerAgro.id dan WVI dukung Pertumbuhan sub-sektor Holtikultura NTT

  • Whatsapp
Ist
Ist

KUPANG, berandanusantara.com – Tanaman hortikultura diusahakan oleh lebih dari 300 ribu petani di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan merupakan sub-sektor yang berkontribusi pada pendapatan petani. Harga dan permintaan produk hortikultura juga terus mengalami kenaikan dalam lima tahun terakhir.

Untuk mendukung pertumbuhan sub-sektor ini, PowerAgro.id sebagai perusahaan sosial yang mengusung perubahan di bidang pertanian mengupayakan perluasan adopsi teknologi dengan menggandeng inisiatif lembaga masyarakat sipil untuk berkolaborasi.

Read More

banner 728x250

Dengan pengalaman dan jejaring pemasaran yang luas khususnya di Provinsi NTT, PowerAgro.id menandatangani kesepakatan kerjasama degan Wahana Visi Indonesia. Nota kesepakatan untuk kerjasama tersebut ditandatangani pada Rabu (2/12/2020), bersamaan dengan digelarnya workshop penggunaan irigasi tetes dalam usaha pertanian hortikultura di Sahid T-More Hotel Kupang.

Melalui Moringa Project, yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga petani di sejumlah Provinsi, Wahana Visi Indonesia bersama PowerAgro.id akan menyasar akar masalah produktivitas sektor hortikultura NTT yang masih jauh di bawah produksi nasional.

Nota kesepakatan kerjasama tersebut akan dijadikan pedoman dalam kerjasama penyelenggaraan rangkaian pelatihan bagi petani dan penyedia layanan pertanian di sektor hortikultura khususnya penggunaan teknologi irigasi tetes yang telah terbukti membantu peningkatan produksi dan produktifitas petani di NTT.

National Manager Moringa Project Meiseany Hortensia mengungkapkan bahwa kini timnya tengah serius menggarap komoditas hortikultura karena jumlah petaninya cukup besar.

“Petani hortikultura di NTT lebih dari 300ribu orang dan hortikultura memiliki nilai tukar petani dan nilai tukar usaha tani paling besar dibanding komoditas pertanian lainnya,” katanya.

Penggunaan teknologi irigasi tetes akan meningkatkan efisiensi biaya irigasi yang selama ini menjadi tantangan utama petani di NTT dan bila biaya irigasi bisa ditekan maka dipastikan pendapatan rumah tangga petani hortikultura akan meningkat, tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan yang akan dijalankan antara lain seperti memfasilitasi promosi teknologi irigasi tetes, menyedikan akses pada perusahaan penyedia teknologi, menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas petani dan penyedia layanan serta menjembatani akses petani kepada lembaga keuangan.

Sementara pihak Power Agro Indonesia berkomitmen untuk memanfaatkan dukungan dari lembaga masyarakat sipil ini untuk sebesar-besarnya bagi petani hortikultura di NTT.

Dalam waktu dekat kerjasama ini akan ditindaklanjuti dengan penyelenggaraan pelatihan dan peningkatan kapasitas petani untuk menggunakan berbagai teknologi pertanian khususnya teknologi untuk menghemat dan meningkatkan produktifitas air.

CEO PowerAgro.id Ronald Stefanus mengungkapkan bahwa rancangan pelatihan ini diperuntukan bagi petani calon pengguna teknologi irigasi tetes di NTT. Pelatihan ini akan diselenggarakan di beberapa Kabupaten di daratan Flobamora.

“Tidak hanya terkait penggunaan teknologi, peserta pelatihan juga akan mendapatkan pembekalan tentang kewirausahaan dan literasi finansial,” tandasnya.

Pada akhir tahapan pelatihan yang berlangsung dalam satu musim tanam, peserta juga akan difasilitasi untuk mengakses dukungan finansial kepada lembaga-lembaga keuangan seperti Bank, BPR, dan Koperasi Kredit.

“Kerjasama ini adalah wujud nyata dari nilai-nilai yang ada dalam perusahaan sosialnya yaitu semangat kolaborasi untuk memperbesar dampak bagi kemajuan petani dan usaha pertanian lahan kering di Kepulauan Nusa Tenggara,” pungkasnya. (*BN/AM)

Related posts