Kota Kupang Berstatus ‘Awas’ Bencana Kekeringan, Pemkot Ambil Langkah Antisipasi

Wali Kota Kupang, Jefirtson Riwu Kore didampingi Kabag Humas dan Informasi, Yanuar Dally saat acara 'cofee morning'. (Ist)

Wali Kota Kupang, Jefirtson Riwu Kore didampingi Kabag Humas dan Informasi, Yanuar Dally saat acara ‘cofee morning’. (Ist)


KUPANG, berandanusantara.com –
Berdasarkan data Hari Tanpa Hujan (HTH) dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kota Kupang masuk dalam status ‘awas’ bencana kekeringan.

Status ‘awas’ tersebut terutama di beberapa kecamatan yakni: Maulafa, Kota Raja dan Oebobo. Berbagai dampak semisal: kelangkaan air bersih dan mudah terjadi kebakaran bisa saja terjadi.

Kondisi tersebut bahkan terjadi hingga awal bulan Desember atau hingga musim penghujan tiba. Dsri data tersebut, pemerintah kota kupang telah menyiapkan langkah antisipatif terutama pada ketersediaan air bagi warga.

Wali Kota Kupang Jefirtson Riwu Kore, Kamis (26/9/2019), saat kegiatan ‘cofee morning’ bersama media, para pimpinan OPD, Camat dan Lurah lingkup pemerintah Kota Kupang membeberkan hal tersebut.

Wali Kota menjelaskan, ada sejumlah upaya yang akan dilakukan pemerintah kota Kupang diantaranya melalui PDAM Tirta Bening Lontar telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II.

“Koordinasi itu agar bisa menggunakan sumur bor yang dibangun Satker Air Tanah dan Air Baku di sembilan (9) lokasi di Kota Kupang,” jelas mantan anggota Komisi X DPR RI itu.

Selain itu, jelas Riwu Kore, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyupalai air bersih bagi masyarakat yang tidak mampu dan membutuhkan air.

“Pemkot menyiapkan 250 tangki air untuk masyarakat khususnya yang tidak mampu. Air akan diambil dari sejumlah lokasi yang tersedia,” pungkasnya. (AM/BN)

Show Buttons
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Pinterest
Hide Buttons