Leadership Project Incubation 2022: Meluaskan Dampak dengan Berinovasi Bersama

  • Whatsapp
Tangkapan layar kegiatan Leadership Project Incubation 2022 bertajuk “Broadening Impact: Let’s Innovate Together!” melalui aplikasi zoom meeting. (Ist)

JAKARTA, berandanusantara.com – Lima puluh mahasiswa aktivis penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) 11 melaksanakan Leadership Project Incubation 2022 bertajuk “Broadening Impact: Let’s Innovate Together!”.

Kegiatan ini dilakukan secara daring dengan mengakselerasi leadership project para penerima manfaat sebagai ruang kontribusi berkelanjutan kepada masyarakat.

Read More

banner 728x250

Abdul Khalim, Kepala Divisi Sekolah Kepemimpinan Bangsa, menyampaikan bahwa di tengah tantangan kondisi pandemi ini bukan menjadi hambatan bagi pemuda untuk menghadirkan kontribusi terbaiknya bagi bangsa. “Situasi saat ini mengajarkan kita untuk bertransformasi dalam ritme perilaku kehidupan yang baru,” ungkap pria yang lakrab disapa Khalim.

Selanjutnya, Khalim menambahkan bahwa Leadership Project Incubation 2022 adalah momentum terbaik bagi para penerima manfaat BAKTI NUSA angkatan 11 untuk mengoptimalkan peran-peran teknologi serta kepemimpinan di setiap sektor kehidupan. “Peran kepemimpinan dan teknologi hari ini tidak bisa dipisahkan, sehingga proses transfer knowledge serta transfer skill di dalam organisasi akan terus bergerak dengan cepat dan tepat menjawab permasalahan yang ada,” pesannya.

Tidak jauh berbeda dalam sesi Overview Leadership Project, Bayu Candra Winata, Leadership Designer BAKTI NUSA, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah keistimewaan yang tidak semua aktivis bisa dapatkan. “Kalian adalah barisan penebar kebermanfaatan yang bisa merasakan jalan kepemimpinan. Sebuah peluang kenikmatan sekaligus tanggung jawab kehidupan, sebab kalian adalah aktivis yang berkesempatan mengecap dalamnya sumur ilmu pengetahuan, khususnya proyek pemberdayaan,” ujar Bayu.

Sementara itu, Arifah Nurul Maghfirah, penerima manfaat BAKTI NUSA 11 Bogor, memaparkan bahwa pemimpin itu orang yang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tapi lebih memikirkan dampak apa yang bisa dilakukan untuk orang lain. Selain itu, menurutnya kegiatan inkubasi leadership project ini bisa menjadi salah satu jembatan untuk para pemimpin memberi dampak nyata bagi sekitarnya.

Selama kegiatan berlangsung, para penerima manfaat BAKTI NUSA mendapatkan pelatihan dan lokakarya (workshop) tentang Team Building & Management oleh Faris Hafizh Makarim, Alumni BAKTI NUSA 9 dan Wakil Ketua Yayasan Beasiswa Luar Biasa; Project Fundraising & Partnership oleh Suparlan, Manajer Wilayah BAKTI NUSA Jakarta; Pitching Masterclass: Influencing & Convincing People oleh Indraka Fadhillah, Co-Founder dan COO Aruna Indonesia, dan Social Business Model Canvas (SBMC) & Objective Key Results (OKR) oleh Taofik Rifai, Product Lead Agile Innovation Labs.

“Sedari awal, excited banget. Alhamdulillah, banyak insight baru dan pencerahan lebih luas. Semoga melalui program ini leadership project BAKTI NUSA bisa lebih berkembang, berdampak, dan berkelanjutan,” tutup Arifah yang juga mahasiswi Institut Pertanian Bogor (IPB). (*/BN/MAR)

Related posts