Mardani Haji Maming: Pengusaha Asing Tak Boleh Kuasai Perekonomian Daerah

Ist

Ist


KUPANG, berandanusantara.com –
Calon Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Mardani Haji Maming, berkesempatan menjadi narasumber dalam Talk Show Enterpreneur di Kupang, Kamis (18/7/2019).

Hal yang ditekankan mantan Bupati kabupaten Tanah Bumbu, provinsi Kalimantan Selatan dua periode itu yakni tentang perhatian pemerintah daerah terhadap pengusaha-pengusaha lokal.

Menurutnya, pengusaha lokal harus menjadi yang utama dalam setiap daerah. Karenanya, pemerintah perlu memberi dukungan dan ruang kepada pengusaha lokal untuk mengembangkan usahanya.

“Pengusaha asing tak boleh kuasai perekonomian daerah,” ungkap Direktur PT Batu Licin Bina Usaha, CEO PT Maming Enam Sembilan, CEO PT Batulicin Enam Sembilan Grup itu.

Pada kesempatan itu, Mardani Haji Maming juga memberikan materi tentang peluang dan tantangan pengusaha saat ini dan yang akan datang.

Talk Show tersebut digelar oleh Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI NTT, bertempat di Restoran Celebes, Jalan Perintis Kemerdekaan, kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang.

Tema yang diangkat adalah Sinergisitas Membangun Daerah. Peserta yang dihadirkan sebanyak 200 orang yang berasal dari HIPMI NTT,  pelaku usaha, pelajar, mahasiswa dan orang muda yang berkeinginan menjadi pengusaha.

Yang menjadi moderator dalam kegiatan itu adalah Mikhael Rajamuda Bataona, Akademisi dan Pengamat dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut antara lain, Kepala Biro Ekonomi dan Kerja Sama Setda Provinsi NTT, Dr Lery Rubidara, Wakil Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) NTT Theo Widodo, Anggota DPR RI terpilih dari Partai Golkar Melki Laka Lena, dan Anggota DPRD NTT terpilih dari PDI Perjuangan Emi Nomleni, serta para Ketua HIPMI dari beberapa provinsi.

Ketua BPD HIPMI NTT, Reynold Arthur Ivan Lay mengatakan, kegiatan tersebut dihelat itu bertujuan untuk memberikan wawasan kepada generasi muda tentang berbagai tantangan ketika menjadi seorang wirausaha.

Selain itu, jelas dia, kegiatan itu juga merupakan bentuk motivasi kepada setiap generasi muda yang ingin mengembangkan diri lewat dunia usaha, dengan melihat berbagai pwluang yang ada. Apalagi, saat ini sangat didukung dengan teknologi yang memadai.

“Menjaga iklim usaha yang sehat juga perlu ditanamkan bagi generasi muda,” ungkapnya. (AM/SNT/BN)

Show Buttons
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Pinterest
Hide Buttons