Marius Jelamu Pimpin Dinas Pariwisata NTT

  • Whatsapp
Gubernur NTT, Frans Lebu Raya saat melantik Marius Jelamu menjadi Kadis Pariwisata NTT. (Humas Setda NTT)
Gubernur NTT, Frans Lebu Raya saat melantik Marius Jelamu menjadi Kadis Pariwisata NTT. (Humas Setda NTT)

KUPANG, berandanusantara.com – Setelah melewati tahap seleksi oleh panitia seleksi ahkirnya, Rabu (1/4/2015) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi kreatif, Marius Jelamu Ardu Marius dilantik oleh Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

Acara ini diawali dengan pembacaan surat keputusan Gubernur, kemudian dilanjutkan dengan upacara pengambilan sumpah jabatan yang didampingi oleh saksi, Drs. Jehalu Andreas, M.Si dan di ikrarkan oleh rohaniwan Pater Ubaldus Djonda, SVD.

Dalam sambutannya, Frans Lebu Raya mengatakan menurut Undang-undang aparatur sipil negara (ANS) mewajibkan kita melakukan seleksi melalui satu tim/panitia khusus untuk pejabat utama. Oleh karena itu moment pelantikan pejabat ini menjadi jawaban dari pertanyaan mengapa kadis pariwisata lowong.

Tekad besar NTT salah satunya adalah menjadikan NTT sebagai provinsi pariwisata. NTT punya potensi besar untuk mengembangkan pariwisata di daerah ini. Tapi menjadi pertanyaan, pariwisata seperti apakah yang ingin NTT bangun?
Pariwisata yang  harus melibatkan masyarakat dimana-mana. “Ciptakan Desa Wisata, sehingga masyarakat mendapatkan manfaat, Pariwisata harus bermanfaat bagi rakyat,” ungkap Lebu Raya.

Selanjutnya Lebu Raya juga mengatakan beberapa tahun terahkir, pemerintah provinsi telah memberikan hibah kepada desa wisata. Oleh karena itu besar harapan pemerintaha agar dana yang diberikan dapat dikelolah dan dimanfaatkan dengan baik.

Desa wisata yang ada di Bali, di Jogyakarta dapat dijadihkan contoh untuk dikembangkan di NTT. Dinas pariwisata hendaknya bekerja sama dengan sektor lain yang turut terlibat dalam urusan pariwisata yang berjumlah kira-kira 14 sektor untuk membangun dan mengembangkan wisata secara baik. Potensi laut yang hebat, darat yang hebat, dan budaya NTT juga hebat, yang terpenting bagaimana dikemas agar menjadi destinasi yang indah dan unik. Pariwisata itu urusan bersih, teratur dan nyaman.

Kunjungan wisatawan ke indonesia saat ini berjumlah 8 juta. Jika  dibandingkan dengan negara malaysia kita sangat tertinggal. Ini disebabkan oleh promosi wisata yang minim. Dana promosi yang dialokasikan oleh pemerintah malaysia 5 kali lipat dengan dana promosi yang dialokasikan oleh pemerintah Indonesia.

“Kita bangga dengan semua potensi yang dimiliki NTT tetapi orang tidak akan mengetahui jika tidak dipromosi Promosi menjadi suatu hal yang penting. Promosi harus terus menerus dilakukan baik melalui berbagai media,” kata lebu Raya.

Gubernur pada ahkir sambutannya meminta dukungan semua pihak untuk bersama-sama membangun dan mewujudkan NTT sebagai provinsi pariwisata agar lebih maju. Dipundak Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif masyarakat NTT menaruh harapan besar untuk mewujudkan NTT sebagai Provinsi pariwisata.

Hadir pula pada acara pelantikan itu Pimpinan Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah NTT yakni Kapolda, Dandrem, Danlanud, Pimpinan SKPD Provinsi NTT, Panitia seleksi dan hadirin lainya. (Biro Humas-Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur)

Related posts