Pacu Geliat Ekonomi Ajaobaki Usai jadi Juara di Ajang Desa Binaan Bank NTT

  • Whatsapp
Kunjungan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di Desa Ajaobaki, Kecamatan Molo Utara, Kabupaten TTS. (Foto: BN)

SOE, berandanusantara.com – Desa Ajaobaki, Kecamatan Molo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menjadi juara 1 dalam ajang Desa Binaan Bank NTT tahun 2021 melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang menjual berbagai cemilan dan minuman berbahan dasar oangan lokal.

Sentuhan tangan Bank NTT di desa yang menjadi jalur utama menuju lokasi wisata alam Fatumnasi ini, rupanya menjadi daya dorong dan semangat baru bagi warga setempat untuk membangun kemandirian ekonominya menuju kesejahteraan.

Read More

banner 728x250

Melihat potensi besar di Desa Ajaobaki yang udaranya sangat sejuk itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat pun ikut memberikan suport sekaligus arahan agar Ajaobaki harus bangkit dari ketertinggalan ekonomi.

Dalam kunjungan kerjanya, Jumat (21/1/2022), Gubernur Viktor meninjau langsung Bumdes milik Desa Ajaobaki. Dia mengatakan dengan kondisi alam yang sejuk di Ajaobaki sangat cocok dijadikan daerah pariwisata. Apalagi menjadi daerah perlintasan menuju obyek wisata alam Fatumnasi.

Untuk tahun ini, kata Viktor, belum bisa maksimal karena masih dalam pandemi COVID-19. Namun menurutnya, prediksi para ahli menyebut tahun 2022 merupakan tahun terkahir COVID-19 menjadi penyakit secara global di dunia.

“Maka tentunya pada tahun 2023, Fatumnasi akan mulai menjadi tujuan wisata yang sangat favorit dan akan banyak dikunjungi para wisatawan. Dan Ajaobaji akan menjadi daerah penyangganya,” kata Viktor.

Oleh karena itu, lanjut Viktor, sentuhan tangan Bank NTT melalui Kredit Merdeka menjadi pembiayaan kepada masyarakat untuk ikut andil membangun ekosistem pariwisata yang bertautan dengan keberadan Fatumnasi sebagai tujuan wisata favorit di Kabupaten TTS.

“Melalui Kredit Merdeka Bank NTT, masyarakat bisa membangun kamar yang bagus di setiap rumah supaya wisatawan tidak hanya tinggal di tempat-tempat yang dibangun di Fatumnasi, tetapi sepanjang perjalanan menuju Fatumnasi orang bisa tinggal. Nanti saya minta PHRI untuk bantu melatih masyarakat bagaimana cara melayani tamu,” ujar Viktor.

“Kemudian disiapkan juga makanan. Sehingga orang yang datang ke Fatumnasi bisa menikmati makanan yang disuplai oleh masyarakat di sini (Ajaobaki). Kalau bukan masyarakat yang siap, nanti orang lain yang siap dan masyarakat nanti hanya nonton saja,” tantang Viktor.

Gubernur Viktor menjelaskan, Bumded Desa Ajaobaki sudah menjadi model yang sangat baik. Sehingga dia mengimbau para Kepala Desa di sepanjang jalan menuju Fatumnasi harus ikut membangun desanya sehingga menjadi bagian dari ekosistem pariwisata menuju Fatumnasi.

“Nanti kami akan bicara dengan Pemerintah Kabupaten TTS supaya dibuat perencanaannya secara baik, supaya kita buat tempat ini menjadi indah. Terima kasih kepada Bank NTT yang terus mendukung pembangunan,” tandas Viktor.

Kredit Merdeka

Penyerahan Kredit Merdeka kepada para petani di Desa Ajaobaki. (Foto: BN)

Di sela-sela kunjungan Gubernur NTT, diserahkan juga bantuan kepada masyarakat melalui Kredit Merdeka Bank NTT kepada masyarakat yang berprofesi sebagai petani. Bantuan Kredit Merdeka ini diserahakan langsung oleh Kepala Divisi Rencorcec dan Legal Bank NTT Endri Wardono didampingi Kepala Cabang Bank NTT TTS Irene Isabela Olin.

Salah seorang penerima bantuan Kredit Merdeka Piter Nuban mengaku senang bisa menerima bantuan tersebut. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani sayur ini memiliki lahan hampir satu hektar. Selama ini, Piter mengaku menjanalankan usahanya dengan modal sendiri.

Namun, melalui program Kredit Merdeka dari Bank NTT sangat membantu untuk kelancaran usahanya. Apalagi menurutnya, pengurusan segala sesuatu untuk bisa mendapatkan Kredit Merdeka sangatlah mudah bahkan cepat, ditambah tidak ada bunga pinjaman, sehingga sangat membantu dirinya.

“Terima kasih Bank NTT karena sudah memberikan kemudahan bagi kami para petani di sini. Kami berharap kedepan Bank NTT bisa meningkatkan nilai Kredit Merdeka untuk bisa menjawab semua kebutuhan kami dalam berusaha,” ujar Piter.

Kepala Cabang Bank NTT TTS Irene Isabela Olin pada kesempatan itu mengatakan pemberian Kredit Merdeka kepada masyarakat untuk tahun 2021 kemarin sebesar Rp200 Juta. Dia optimis kedepan penyalurannya akan lebih ditingkatkan lagi.

“Untuk tahun 2022 saat ini total penyaluran Kredit Merdeka sudah mencapai Rp284 juta. Itu khusus untuk membantu para petani sayur, jagung, cabe dan lainnya,” jelas mantan Kepala Cabang Bank NTT TTU ini.

Untuk diketahui, penyaluran Kredit Merdeka Bank NTT di seluruh NTT perode Juli 2021 lalu telah mencapai Rp8 Miliar lebih yang diperuntukan bagi 1.800 pelaku UMKM. Dan pada tahun ini, Bank NTT optimis jumlanya pasti akan lebih meningkat.(*BN)

Related posts