Pemkot Kupang Hadirkan Vaksin HPV Gratis untuk Tekan Risiko Kanker Serviks

  • Whatsapp
Peluncuran Vaksin HPV gratis untuk perempuan usia produktif. (Foto: dok Prokopim Kota Kupang)

KUPANG, BN – Pemerintah Kota Kupang kembali mempertegas komitmennya dalam melindungi kesehatan perempuan dengan meluncurkan program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) secara gratis bagi perempuan usia produktif. Kegiatan launching berlangsung di RSUD S. K. Lerik Kota Kupang, Jumat (28/11/2025), dan diresmikan langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc.

Langkah strategis ini menjadi bukti nyata kepedulian Pemkot Kupang dalam menghadirkan kebijakan yang melindungi martabat, keselamatan, dan masa depan perempuan, selaras dengan spirit Kota Kasih yang terus diwujudkan dalam program-program nyata.

Read More

Peresmian program diawali dengan pemukulan gong oleh Wakil Wali Kota Serena, disusul penyuntikan vaksin perdana oleh Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya. Sebelum vaksinasi dilakukan, Wakil Wali Kota turut melakukan alkohol swab sebagai bentuk dukungan simbolik bahwa pemerintah hadir sejak tahap paling awal dalam menjamin kesehatan perempuan.

Kegiatan turut dihadiri Staf Ahli Wali Kota Kupang, para Asisten Sekda, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Direktur RSUD S. K. Lerik, jajaran perangkat daerah, para camat, serta kepala puskesmas se-Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Serena menegaskan bahwa vaksinasi HPV bukan sekadar agenda program kesehatan, tetapi sebuah investasi jangka panjang untuk menyelamatkan hidup perempuan Kota Kupang.

“Hari ini kita tidak sekadar menjalankan agenda program, tetapi menghadirkan langkah nyata untuk menjaga hidup keluarga dan martabat perempuan di Kota Kupang,” tegas Serena.

Ia menjelaskan bahwa kanker leher rahim merupakan salah satu kanker paling mematikan bagi perempuan di Indonesia. Dalam dua tahun terakhir, hampir 2.000 perempuan di NTT terdiagnosis kanker serviks dan lebih dari 100 di antaranya meninggal dunia. Untuk Kota Kupang sendiri, tercatat 17 kasus pada 2023 dan 4 kasus pada 2024, angka yang menurutnya harus menjadi alarm penting untuk memperkuat upaya pencegahan sejak dini.

Wakil Wali Kota menegaskan bahwa intervensi vaksin HPV bagian dari rangkaian penguatan perlindungan perempuan melalui berbagai program pemerintah, termasuk Program Ina Kasih, yang sebelumnya telah diluncurkan untuk mendukung kesehatan reproduksi perempuan prasejahtera melalui penyediaan pembalut gratis secara berkala.

“Ina Kasih dan vaksin HPV adalah dua langkah besar investasi masa depan. Kita sedang melindungi mereka yang menjadi tulang punggung keluarga, masyarakat, dan masa depan Kota Kasih,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes, menjelaskan bahwa vaksin HPV merupakan rekomendasi WHO sebagai metode pencegahan paling efektif terhadap kanker serviks. Sejak tahun 2024, Pemkot Kupang telah memulai deteksi dini melalui pemeriksaan HPV DNA dan IVA.

Dari 656 perempuan yang telah diskrining, 628 dinyatakan negatif dan kini menjadi sasaran utama vaksinasi. Pada tahap awal launching, 50 perempuan menerima vaksin secara simbolis dari total sasaran 150 perempuan usia 15–69 tahun, dengan pemberian tiga dosis yang akan berlangsung hingga tahun 2025.

Dukungan juga datang dari tenaga medis, salah satunya dr. Erma Rantela’bi, Sp.OG dari POGI NTT. Ia mengapresiasi langkah progresif Pemkot Kupang dalam menyediakan vaksin HPV gratis bagi perempuan usia produktif.

“Ini langkah maju demi kesejahteraan perempuan Kota Kupang. Program ini menyelamatkan lebih banyak perempuan dari risiko kanker serviks. Kami sangat mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kota Kupang,” pungkasnya. (*/BN)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *