Pendukung Harmoni Tampilkan Nuansa NTT Dalam Debat Kandidat

  • Whatsapp
Para pendukung Harmoni dengan balutan khas NTT. (Ist)
Para pendukung Harmoni dengan balutan khas NTT. (Ist)
Para pendukung Harmoni dengan balutan khas NTT. (Ist)

JAKARTA, berandanusantara.com – Para pendukung Cagub dan Cawagub Nusa Tenggara Timur (NTT), Benny K Harman-Benny A Litelnoni (Harmoni) yang jauh-jauh datang ke Jakarta untuk menyaksikan jagoannya tampil dalam debat kandidat akan mengenakan busana khas daerah.

Balutan selendang maupun pernak pernik berasal dari semua suku di Flores, Sumba, Timor, Alor, Sabu Raijua dan Lembata. Ini akan menjadi tampilan yang menarik saat ajang debat kandidat malam ini, Kamis (5/4/2018), pukul 19.00 WIB, serta akan disiarkan secara langsung di Studio 8 INews TV.

Read More

“Tampilan ini ingin menggambarkan bahwa paket Harmoni datang dengan semangat khebinekaan,” ujar Sekertaris DPD Demokrat NTT, Ferdy Leu di Jakarta.

Menurut dia, dengan tampilan seperti itu juga menunjukab bahwa meskipun NTT berbeda suku, agama dan ras, namun semua tetap dalam semangat kebhinekaan yang terbingkai dalam semangat Harmoni untuk NTT sejahtera.

Selain itu, jelas Leu, Harmoni datang dengan kesiaoan penuh hadapi debat ini, sebab ini sebagai ajang pembuktian siapa punya gagasan yang lebih populis dan bisa menjawab permasalahan di NTT.

“Soal materi tidak masalah, bahkan soal debat juga sudah menjadi aktifitas Benny K Harman setiap saat di senayan,” ujar dia.

Sesuai informasi yang diterima, pendukung pasangan Harmoni yang hadir di Jakarta berjumlah 170 orang. 105 pendukung akan berada di dalam studio tempat dilaksanakannya debat, sedangkan sisanya menyaksikan dari luar studio.

Debat ini akan diikuti empat paket diantaranya Esthon Foenay-Christian Rotok (Esthon Chris), Marianus Sae-Emy Nomleni (Marhaen), Benny K Harman-Benny A Litelnoni (Harmoni), serta Viktor Laiskodat-Joseph Nai Soi (Viktori-Jos).

Meski demikian, dari paket Marhaen yang akan hadir hanya Calon Wakil Gubernur, Emy Nomleni. Sementara Calon Gubernur Marianus Sae belum bisa dipastikan dapat hadir karena sementara menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lantaran tersandung Operasi Tangkap Tangan (OTT). (AM/tim)

Related posts