Petani Sayur Kota Kupang tetap Menanam di Musim Kemarau

  • Whatsapp
Mata air Oelon dalam kondisi kering. (Ist)
Mata air Oelon dalam kondisi kering. (Ist)
Mata air Oelon dalam kondisi kering. (Ist)

KUPANG, berandanusantara.com – Musim kemarau saat ini tidak membuat para petani sayur di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) kehilangan akal. Memanfaatkan sumur yang perlahan mulai mengering, mereka tetap menanam demi memenuhi kebutuhan hidup.

Demikian halnya yang dilakukan Petani sayur di desa Oelon III, kelurahan Sikumana, Kota Kupang. Mata air utama andalan bagi mereka untuk menyirami berbagai jenis sayuran yang ditanam kering total, bahkan tanpa setetespun.

Anus Henuk, salah seorang petani sayur ketika ditemui di kebun miliknya, Selasa (17/10/2017) siang, menuturkan, dirinya tetap menanam meski dengan air seadanya. Dia mengaku, untuk saat ini dirinya bersama petani sayur lain hanya bisa memanfaatkan sumur, karena tidak ada pilihan lain dengan kondisi mata air yang kering.

Bukan saja itu, jelas dia hal itu dilakukan karena menanam sayur adalah mata pencaharian yang tak bisa ditinggalkan. Apalagi, dengan itu dirinya bisa memenuhi segala kebutuhan hidup sehari-hari, bahkan untuk keperluan sekolah anak-anaknya.

“Kalau tidak tanam, kami harus makan apa? Belum lagi kebutuhan lainnya,” ujar pria asal Rote ini.

Sementara Petani sayur lainnya, Dolfiana Manuain justru merasa bersyukur sumur yang ada masih bisa dimanfaatkan untuk menyirami tanamannya, meski debit airnya juga menurun cukup drastis. Sama halnya dengan Anus, dirinya juga menggantungkan hidupnya dari menanam sayur.

“Ini yang bisa kami lakukan untuk bisa membiayai hidup sehari-hari,” ujar wanita paruh baya ini. Dia mengaku, dari hasil menanam sayur dirinya berhasil menyekolahkan tiga anaknya dan berhasil meraih gelar sarjana.

Meski demikian, dirinya juga mengaku, masih banyak kekurangan yang dihadapi bersama petani sayur lainnya di Oelon yakni pupuk serta obat-obatan untuk tanaman mereka. Pemerintah, kata dia, selama ini belum pernah memberikan bantuan berupa pupuk serta obat tanaman untuk mereka.

“Kalau bisa Pemerintah bisa perhatikan itu supaya hasil tanaman lebih baik,” katanya.

Pantauan media ini, jenis sayur yang ditanam para petani di desa Oelon III yakni bayam, kangkung, sawi serta cabe. Setelah panen, sudah ada pembeli yang mengambilnya untuk kemudian dijual lagi di pasar-pasar tradisional di Kota Kupang. Ada juga penjual sayur keliling yang membeli di kebun mereka. (AM)

Related posts