QRIS Bank NTT Makin Diminati Mahasiswa dan Pelaku UMKM di Kupang

  • Whatsapp
Istimewa.

KUPANG, BN – Penggunaan sistem pembayaran digital melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) semakin diminati masyarakat Kota Kupang, terutama di kalangan anak muda dan pelaku UMKM. Kemudahan dan kepraktisan menjadi alasan utama meningkatnya antusiasme terhadap layanan ini.

Amanda Abinani, mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Nusa Cendana (Undana), Selasa (5/8/2025), mengungkapkan bahwa penggunaan QRIS dari Bank NTT sangat membantu dalam aktivitas sehari-hari.

Read More

“Pembayaran pakai QRIS sangat memudahkan, apalagi bagi kami anak muda. Kebanyakan pakai bank digital dan jarang bawa uang tunai. Jadi tinggal scan pakai HP saja, lebih praktis,” ujar Amanda, warga Kuanino, saat ditemui pada Jumat (19/7).

Ia juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-63 untuk Bank NTT, seraya berharap bank milik daerah ini terus tumbuh dan berinovasi. “Semoga Bank NTT makin sukses dan terus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat,” tambahnya.

Tak hanya mahasiswa, pelaku usaha kecil juga merasakan manfaat dari penggunaan QRIS. Jefri Muki, pedagang kelapa muda di Jalan Polisi Militer, depan Samsat Kota Kupang, mengaku transaksi dengan pelanggan kini jauh lebih cepat dan mudah sejak menggunakan QRIS Bank NTT.

“Kebanyakan yang beli sekarang itu mahasiswa dan pegawai. Mereka jarang bawa dompet, tinggal buka HP dan bayar pakai QRIS. Sangat membantu,” jelas Jefri, yang telah berjualan sejak 2018.

Sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) dan percepatan transformasi digital di sektor keuangan, Bank NTT terus menggencarkan sosialisasi penggunaan QRIS. Sistem pembayaran ini dinilai aman, efisien, dan relevan dengan gaya hidup masyarakat yang kini semakin bergantung pada smartphone.

Dengan semakin luasnya adopsi QRIS, Bank NTT diharapkan dapat menjadi motor penggerak terbentuknya ekosistem keuangan digital yang inklusif, praktis, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat—mulai dari generasi muda hingga pelaku UMKM. (*/BN)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *