Tidak Dibelikan Sepatu Baru, Siswa Kelas 5 SD di TTS Gantung Diri

Ilustrasi

Ilustrasi

SOE, berandanusantara.com – Lantaran kecewa karena tidak dibelikan sepatu baru, seorang siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 5 di desa Lakat, kecamatan Amanuban Barat, kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Kejadian tersebut terjadi pada Senin (11/1/2016), tak jauh dari tempat tinggal mereka. Ibu kandung korban yang mengetahui kejadian tersebut tak kuasa menahan air mata.

Pihak Kepolisian yang mendapat laporan langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP). Saat tiba di TKP, korban masih dalam posisi tergantung di atas pohon. Polisi kemudian menurunkan jasad bocah kelas 5 SD tersebut yang sudah terbujur kaku.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh kakak kandungnya, Marli Selan (16) yang saat itu sedang mencari kemiri di kebun yang tak jauh dari tempat tinggal mereka. “Saya lihat adik saya sudah tergantung di atas pohon,” katanya.

Sesuai hasil olah TKP, Polisi membenarkan korban meninggal karena gantung diri di atas pohon jambu setinggi 2 meter. Korban menggantungkan dirinya dengan seutas tali yang biasa digunakan untuk mengikat sapi.

“Korban benar meninggal akibat gantung diri, karena tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” jelas Aiptu Laurens Jehau, Ketua Tim Identifikasi Polres TTS.

Jehau menambahkan, sesuai hasil identifikasi kepada ibu kandung korban, baru diketahui kalau sebelumnya korban meminta dibelikan sepatu baru. Namun, jelas Jehau, permintaan korban ditolak oleh ibu kandungnya dengan alasan tidak punya uang.

“Kuat dugaan korban kecewa dan memilih mengakhiri hidupnya, setelah berkomunikasi dengan ibu kandungnya,” pungkas Jehau. (AM)

Show Buttons
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Pinterest
Hide Buttons