Transfer Spirit Gubernur VBL ke Bupati Nagekeo, Bank NTT Support

  • Whatsapp
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, saat melakukan panen jagung di Desa Anakoli Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo. Didampingi Bupati Don Bosco Do, Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Direktur TI dan Operasional, Hilarius Minggu dan pejabat terkait. (Foto: Humas Bank NTT)

MBAY, berandanusantara.com — Tepat di bawah kaki gunung Ebulobo, Desa Kelimado Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo, Selasa (12/4/2022), Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan penanaman jagung secara simbolis pada sebuah areal persawahan.

Tak hanya alat tanam yang diminta oleh VBL, demikian sapaan Gubernur Viktor, untuk dipesan ke bengkel milik Keuskupan Agung Larantuka, melainkan dia menantang Pemda Nagekeo untuk menyediakan ribuan hektar lahan yang akan digunakan untuk ditanami jagung.

Read More

Untuk diketahui bahwa VBL sedang giat-giatnya mendorong Pemda yang dikunjunginya agar menyukseskan program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) pola kemitraan, yakni Pemprov menyiapkan bibit jagung hybrida Betrans 7, pupuk dan alat untuk menggarap, sedangkan masyarakat hanya menyiapkan lahannya saja. Adapun pembiayaannya berasal dari Bank NTT.

“Saya melihat bahwa Ngekeo ini memiliki lahan yang sangat luas. Bahkan ribuan hektar. Saya mau agar ini digarap semuanya, lahan-lahan tidur dimanfaatkan, ditanami jagung dengan pola kemitraan. Kedepan para petani yang kita ganti istilahnya menjadi wirausaha mandiri ini sudah menjadi pengusaha di ladangnya sendiri. Dalam sekali panen, mereka sudah untung puluhan juta, bayangkan dalam 100 hari mereka sudah mendapatkan Rp27 juta lebih, karena dalam satu hektar rata-rata menghasillkan minimal tujuh ton jagung,”tegas VBL menyemangati warga yang hadir.

Bupati Ngada, Don Bosco Do, hadir dan menganggukkan kepalanya. Apa yang dijelaskan VBL, dipahaminya sebagai sebuah langkah untuk mempercepat kemandirian para warganya yang selama ini fokus menggarap lahannya.

Gubernur menyarankan agar hamparan lahan yang gemuk milik warga, seluruhnya dimanfaatkan untuk ditanami jagung. Termasuk lahan persawahan. “Setelah panen padi, lanjut tanam jagung. Nah jagung ini usianya Cuma 100 hari, dan di hari ke-80 sudah bisa ditanami lagi di sebelahnya. Kita punya lahan yang sangat bagus, sangat banyak, jangan dibiarkan kosong,”tegas VBL. Berulangkali dia menantang Pemkab Nagekeo untuk bergerak cepat memanfaatkan lahan tidur.

Bupati Nagekeo, Don Bosco Do yang ditantang, mengiyakan. “Benar pak gub, kita disini punya lahan yang luas dan saya pastikan akan tergarap. Lahan kita banyak, hanya warga penggarapnya saja yang kurang namun dengan bantuan alat berat, saya yakin bisa,”ujarnya. Bahkan di tahun ini, mereka sudah siapkan 2.000 hektar lahan yang siap ditanami jagung.

Di bawah gunung Ebulobo ini, Gubernur VBL menanam dengan menggunakan alat tanam yang baru, bahkan saking semangatnya, dia sampai berlari sambil menanam. Alat ini sangat ampuh untuk digunakan sebagai andalan dalam program TJPS, karena caranya yang mudah dan berbeda sekali dengan cara tanam tradisional.

Dan, alat tanam ini sudah disampaikan oleh Gubernur Laiskodat kepada Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo untuk memberikan 1000 unit alat tanam yang nantinya didistribusikan kepada seluruh masyarakat NTT yang menjalankan program TJPS.

Dengan menggunakan akat tanam ini, maka satu hektar hanya membutuhkan waktu paling lama dua jam saja. “Jika kita menanam dengan cara manual, maka saat tanam saja kita sudah bangkrut. Bapak Gubernur sedang menyiapkan 1000 unit alat tanam modern, dan akan dibagaikan kepada wirausahawan mandiri, tergantung luasan lahan garapan,”demikian Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi NTT, Lecky F. Koli ketika mewakili Gubernur Laisodat dalam memberi sambutan.

Sebelumnya di Anakoli, Gubernur VBL pun diperkenankan melakukan panen jagung di lahan milik Pemprov NTT seluas 250 hektar. Di lahan ini sebeluknya tersedia 3 unit pompa air, 4 unit traktor, ada petugas kebun yang menjaganya serta mengelola lahan ini. “Dan hari ini kita hadir sehingga ini akan menjadi momentum kebangkitan aset daerah, untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat tentang modernisasi aset Pemda demi kemakmuran dan ini juga untuk meningkatkan PAD,”tambah Lecky Koli.

Hadir dalam kunjungan kerja ini, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Direktur TI dan Operasional, Hilarius Minggu, Direktur Dana, Paulus Stefen Messakh, serta sejumlah staf khusus gubernur masing-masing Prof Daniel Kameo, Imanuel Blegur, Anwar Pua Geno, Bertol Badar dan para Kadis lingkup Pemprov maupun Forkopimda Kabupaten Nagekeo.

Bank NTT Support

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menegaskan bahwa pihaknya siap menyukseskan program TJPS Pola Kemitraan bahkan sejak awal, Bank NTT sudah membuktikan komitmennya dalam gerakan besar menyongsong kemandirian ekonomi masyarakat demi NTT bangkit menuju sejahtera.

“Kita tetap pada komitmen awal, mendukung dalam sisi pembiayaan demi suksesnya TJPS. Kita biayai Rp 10 juta per hektar untuk setiap petani,”tegasnya menambahkan, Bank NTT tetap menerapkan standar layanan perbankan.

“Yakni persyaratan teknis bank tetap berlaku dan prinsip kehati-hatian juga tetap berjalan sehingga jika ada calon wira usaha mandiri yang mengajukan permohonan tetap melalui proses pemberian kredit yang berlaku,”tegas Alex. (*/BN/MS)

Related posts