KUPANG, BN – Bank NTT terus memperkuat perannya sebagai motor pembangunan ekonomi di Nusa Tenggara Timur. Salah satu fokus utama yang kembali ditegaskan adalah perluasan akses perumahan layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui skema Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP).
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembiayaan KPR Sejahtera FLPP yang digelar BP Tapera di Aula Kantor Bupati Kabupaten Kupang, Oelamasi, Rabu (3/12/2025).
Kepala Divisi Kredit Menengah dan Komersil Bank NTT, Soleman Bisilisin, memaparkan bahwa sejak terlibat dalam program ini pada 2018, Bank NTT telah membiayai 2.042 unit rumah dengan total nilai pembiayaan lebih dari Rp201 miliar.
Pada tahun 2025, Bank NTT mendapat kuota pembiayaan 300 unit rumah. Dari jumlah tersebut, 243 unit telah terealisasi, dan 7 unit sedang tahap akad kredit, sehingga tersisa 40 unit untuk memenuhi target tahun berjalan.
“Proses pengajuan KPR FLPP di Bank NTT relatif cepat, terutama bagi ASN, karena penghasilan mereka masuk melalui Bank NTT sehingga proses verifikasi lebih mudah dan efisien. Yang terpenting, unit rumah dari pengembang harus siap,” jelas Soleman. Ia optimistis sisa kuota bisa tercapai dengan dukungan para developer di Kabupaten Kupang.
Sementara itu, Asisten I Setda Kabupaten Kupang, Guntur Taopan, menegaskan bahwa persoalan perumahan menjadi agenda penting Bupati Kupang. Penataan permukiman, katanya, adalah fondasi dalam meningkatkan kualitas hidup dan membangun kawasan perkotaan yang tertata.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tengah menjajaki skema pengadaan rumah bagi ASN melalui tunjangan kesejahteraan. “Kreditnya bisa lewat Bank NTT. Kalau lewat Bank NTT pasti aman,” ujarnya. (*/BN)






