ROTE NDAO – Aktivis lingkungan Erasmus Frans Mandato menunjukkan konsistensinya dalam gerakan pelestarian alam dengan memimpin aksi penanaman mangrove di Pantai Tongga, Desa Mbueain, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (27/9/2025).
Kegiatan ini digelar bersama Aliansi Peduli Lingkungan yang menghimpun berbagai elemen, mulai dari organisasi mahasiswa, pemuda, hingga masyarakat.
Para anggota aliansi tampak bersemangat membawa bibit mangrove menuju bibir pantai untuk ditanam. Aksi kolektif ini tidak hanya menjadi simbol dari kebersamaan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Erasmus Frans Mandato menekankan bahwa penanaman mangrove merupakan bentuk komitmen nyata menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di Rote Ndao. “Mangrove adalah benteng alami yang melindungi pesisir. Menanam mangrove berarti kita sedang menanam harapan untuk masa depan Rote Ndao yang lestari,” ujarnya.
Hal senada disampaikan salah satu aktivis mahasiswa, Putra Umbu Toku Ngudang. Ia menilai keterlibatan generasi muda memiliki peran strategis dalam merawat ekosistem pesisir.
“Kami hadir bukan hanya untuk menanam, tetapi juga belajar dari alam. Ini bagian dari tanggung jawab moral kami sebagai mahasiswa untuk merawat bumi. Semoga gerakan ini menular ke banyak anak muda lainnya,” ungkap Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan GMKI Cabang Kupang ini. (*/BN)






