Dukungan Mayoritas di Tangan Alberto Tatibun, Penundaan Musda Golkar Kabupaten Kupang Tuai Polemik

  • Whatsapp
Alberto Tatibun didampingi Ketua Tim Pemenangan saat mendaftar sebagai calon Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Kupang. (Foto: istimewa)

KUPANG, BN – Penundaan mendadak Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kabupaten Kupang memicu kontroversi di internal partai. Pasalnya, keputusan DPD I Partai Golkar Nusa Tenggara Timur menghentikan sementara jalannya Musda muncul saat peta dukungan menunjukkan keunggulan signifikan yang diklaim berada di pihak Alberto Tatibun.

Berdasarkan data yang disampaikan tim pemenangan, Alberto Tatibun disebut telah mengantongi dukungan sekitar 19 suara dari total pemilik hak suara dalam Musda, sementara rivalnya, Jhon Oematan, diperkirakan memperoleh sekitar 6 suara. Dukungan tersebut berasal dari mayoritas Pimpinan Anak Cabang (PAC) serta organisasi sayap partai yang memiliki hak suara dalam forum.

Read More

Di tengah kondisi itu, Musda yang berlangsung di Sahid T-More, Minggu (31/5/2026), justru ditunda tanpa kepastian jadwal lanjutan. Keputusan tersebut memicu protes dari sejumlah kader yang mempertanyakan alasan penundaan, terutama karena proses pendaftaran calon ketua telah selesai dilakukan.

Bendahara DPD II Golkar Kabupaten Kupang, Margarita Juliana Adu, menilai penundaan tersebut menimbulkan tanda tanya besar karena terjadi saat dukungan terhadap Alberto Tatibun disebut berada di posisi unggul.

Menurutnya, berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Nomor 2 Tahun 2025, Alberto telah memenuhi syarat pencalonan dan memiliki dukungan mayoritas yang seharusnya menjadi pertimbangan dalam proses Musda.

Alberto Tatibun sendiri dikenal sebagai kader yang lama berproses di Partai Golkar. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris DPD II Golkar Kabupaten Kupang, Wakil Ketua Tim Pemenangan Bapilu, dan saat ini menjadi tenaga ahli anggota DPR RI Fraksi Golkar.

Dengan peta kekuatan yang diklaim mencapai 19 berbanding 6, penundaan Musda kini menjadi sorotan dan menambah panas dinamika perebutan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Kupang periode 2026–2031.

Sementara itu, para kader masih menunggu kepastian jadwal lanjutan Musda dari DPD I maupun DPP Partai Golkar. (*/BN)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *