Optimisme Bank NTT jadi Bank Devisa Lewat Berbagai Terobosan Cerdas

  • Whatsapp
Ist
Ist

KUPANG, berandanusantara.com – PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) terus melakukan berbagai inovasi dan terobosan cerdas untuk mencapai Tingkat Kesehatan Bank komposit 2 (TKB 2), atau sehat, selanjutnya menjadi Bank Devisa.

Optimisme itu dibuktikan lewat berbagai hal yang dilakukan sepanjang tahun 2020, yakni diluncurkannya program-program inovasi, pembenahan dari sisi internal, serta sinergitas yang dibangun bersama sejumlah pihak.

Read More

Meski dihadapkan dengan pandemi COVID-19, namun di bawah kepemimpinan Direktur Utama Hary Aleksander Riwu Kaho, Bank NTT berhasil menunjukan kinerja positif mulai dari peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK), tabungan, giro, deposito dan nilai aset yang saat ini mencapai Rp15,932 Triliun.

Berdasarkan realitas peningkatan ini, Hary Aleksander Riwu Kaho mengatakan bahwa hal tersebut membuktikan kalau kepercayaan masyarakat terhadap Bank NTT masih cukup tinggi, meskipun Bank NTT dihadapkan dengan situasi sulit karena pandemi COVID-19.

“Kami manajemen menyadari bahwa masih banyak pekerjaan dan tanggungjawab yang masih harus dikerjakan. prinsip kami bahwa Bank NTT harus terus bergerak maju menjadi yang terbaik, dalam layanan perbankan di provinsi ini,” ungkap Riwu Kaho saat acara Media Gathering akhir tahun bersama para Wartawan, Rabu (16/12/2020), di Restoran Suka Ramai Kupang.

Dijelaskan, Bank NTT memiliki visi, yakni menjadi Bank yang sehat, kuat dan terpercaya serta misi yakni menjadi pelopor penggerak ekonomi rakyat; Menggali sumber potensi daerah untuk diusahakan secara produktif bagi kesejahteraan masyarakat NTT; Meningkatkan sumber pendapatan asli daerah; Mengoptimalkan fungsi intermediasi bank melalui penghimpunan dan penyaluran dana kepada masyarakat dalam bentuk kredit.

“Untuk mencapai visi dan misi itu, maka kedepan sudah dikonsepkan beberapa langkah strategis, seperti revitalisasi SDM, restrukturisasi organisasi, refocus bisnis, sentralisasi reporting dan elektronifikasi/digitalisasi layanan. Termasuk mendesain sejumlah program unggulan yang siap diluncurkan dan menjadi brand image Bank NTT,” kata Aleks.

Dari sisi permodalan, Bank NTT akan berkoordinasi dan membangun komunikasi dengan pemiliknya sehingga dukungan permodalan juga tentu menjadi komitmen
dan tanggungjawab bersama. Kreatifitas untuk menemukan strategi-strategi yang cerdas, efisien, agar Bank NTT tetap menjadi bank terbaik, dan maksimal dalam mendukung mimpi-mimpi besar Gubernur NTT untuk menjadikan Bank NTT sebagai bank devisa.

Riwu Kaho menjelaskan, tahun 2021 Bank NTT sudah melakukan persiapan baik SDM, maupun dari sisi SOP. Pada akhir tahun 2020 manajemen Bank NTT juga mulai berbenah menuju Bank Devisa di
2022 sesuai Rencana Bisnis Bank NTT Tahun Buku 2021 – 2023. Hal utama yang perlu dibenahi sesuai penilaian dari Otoritas Jasa Keuangan Povinsi NTT adalah perbaikan TKB atau Tingkat Kesehatan Bank NTT dengan jargon “GO TKB 2” yang saat ini berada pada posisi
Peringkat Komposit 3 (Cukup Sehat) menjadi Peringkat Komposit 2 (Sehat) di tahun 2021.

“Perbaikan Tingkat Kesehatan Bank ini merupakan syarat untuk menunjang kegiatan usaha seperti transaksi derivative pada Bank Devisa, sehubungan dengan itu maka wajib hukumnya selama 18 bulan sebelum menjadi Bank Devisa Tingkat Kesehatan Bank NTT harus Sehat,” jelasnya.

Ada beberapa point yang menjadi perhatian penting untuk perbaikan Tingkat Kesehatan Bank yang tengah dipersiapkan Bank NTT yaitu Peningkatan Modal Rp.3 Triliun, Perbaikan GCG, Perbaikan Profil Risiko, Peningkatan Rentabilitas. Untuk mewujudkan Bank NTT menjadi bank yang sehat, bank devisa, serta memberi kontribusi positif bagi peningkatan pembangunan di daerah, maka manajemen tidak bisa bekerja sendiri, melainkan lewat sinergitas dengan berbagai pihak.

“Ada sejumlah strategi bisnis yang sudah
dirancang, dan segera diluncurkan. Sedangkan di satu sisi, Bank NTT pun dituntut bertindak professional dalam menurunkan Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet,” katanya.

Untuk menangani masalah ini, salah satu cara yang dipakai adalah dengan memanggil debitur-debitur yang tidak kooperatif. Tak terbatas disitu melainkan Bank NTT pun bekerjasama dengan lembaga yudikatif, yakni dengan pengadilan, kejaksaan dan kepolisian.

Dari sisi internal pun, manajemen melakukan training serta berbagai pelatihan untuk memperkuat SDM demi menjaga agar tidak terjadinya gratifikasi dan fraud serta berbagai tindakan yang menyalahi etik maupun aturan perbankan.

“Terkait semangat ini, Bank NTT sudah melakukan penertiban terhadap sejumlah oknum, dan ada yang berproses di internal,” jelas mantan Direktur Pemasaran Dana ini.

Selain itu, dalam waktu dekat Bank NTT juga tengah mempersiapkan performa baru dari sisi tekhnologi perbankan, yaitu transformasi Mobile Bank NTT menjadi B Pung Mobile. Selain tampilan digital
yang lebih user friendly, ada juga tambahan fitur baru yang lebih mempermudah transaksi Nasabah secara online.

“Dan bagi nasabah tercinta, kami pun menghadirkan program Special Over Akhir Tahun 2020 Cash Back Tabungan Flobamora. Ini tak lain merupakan pemberian pada saat momen HUT NTT dan special bulan Desember menjelang Natal dan Tahun Baru 2021, dengan cara membuka tabungan Flobamora Bank NTT
dan menambahkan saldo di Tabungan Flobamora Bank NTT,” tandasnya.

Tak hanya itu, manajemen pun
sangat konsern dengan keamanan likuiditas dan memastikannya aman hingga akhir tahun 2020. Bank NTT pun ikut memfasilitasi penyaluran Dana PEN dari Kemenkeu melalui Program
Kredit Multiguna Bank NTT yang dikhususkan untuk ASN.

Bank NTT pun meluncurkan program penyaluran Kredit Merdeka, bunga 0% jangka waktu 12 bulan, Merdeka Bunga, Merdeka Agunan Merdeka Rentenir dan mendapat Jaminan dari BPJamsostek
serta memberikan layanan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) GEBYAR HUNIAN bunga 6,75% bekerjasama dengan REI yang sekarang sedang menyelenggarakan EXPO di Lippo Mall dan akan berakhir hingga 20 Desember mendatang.

“Bank NTT pun merasa penting untuk menjaga kepercayaan nasabah terhadap bank ini, sehingga diperkuatnya sector hubungan dan komunikasi dengan public, sehingga dimaksimalkannya fungsi kehumasan dalam mendukung Revitalasi Informasi berimbang,” tuturnya.

Di penghujung tahun ini, tambahnya, segenap manajemen akan terus berupaya untuk menghadirkan perubahan-perubahan dalam berbagai layanan perbankan. Riwu Kaho pun optimis, dengan dukungan seluruh masyarakat NTT, pihaknya mampu mewujudkan visi menjadikan Bank NTT sebagai pemenang di tingkat regional.

Untuk diketahui, kondisi terkini, Bank NTT memiliki 24 kantor cabang, 42 kantor cabang pembantu, 67 kantor kas, 54 USPD, 19 payment point, 13 kas mobil dan satu kantor pusat, dengan kinerja Bank NTT posisi November 2020 Aset Rp.16,298 T, Kredit Rp.10,739 T, DPK Rp.12,457 T, Laba Rp.267 M.

“Masih banyak pekerjaan besar yang menanti di tahun depan. Karena itu, Bank NTT menyadaribahwa pekerjaan-pekerjaan besar itu tidak akan mungkin terlaksana, tanpa sinergitas yang baik dengan semua pihak, termasuk media,” pungkasnya.

Hadir pula dalam acara Media Gathering, Direktur Kepatuhan Hilarius Minggu, Kepala Divisi Perencanaan dan Corporate Secretary, Endri Wardono, Kepala Divisi Treasury, Zet R. Lamu, dan Kepala Divisi Manajemen Resiko, Anna B. Tarak. (*AM/BN/HMS)

Related posts