WAINGAPU, BN – Pimpinan Bank NTT Cabang Waingapu, Yusup H. Mawolu, menilai sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menyebut UMKM menjadi salah satu penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) sekaligus berperan penting dalam membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di daerah. Pernyataan itu disampaikannya di Waingapu pada Selasa, 12 Mei 2026.
Menurut Yusup, masih ada anggapan di tengah masyarakat bahwa UMKM hanya menjadi pilihan terakhir dalam mencari pekerjaan, sementara banyak orang lebih memilih mengejar profesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Padahal, peluang untuk berkembang melalui usaha mandiri dinilai lebih terbuka dibandingkan persaingan seleksi ASN yang sangat ketat dengan jumlah penerimaan terbatas.
Ia menjelaskan, keberadaan UMKM bukan hanya mampu membuka lapangan pekerjaan baru, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha beserta masyarakat di sekitarnya. Karena itu, masyarakat didorong agar mulai memandang sektor UMKM sebagai peluang usaha yang memiliki prospek jangka panjang.
Yusup juga mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi UMKM saat ini adalah kemampuan menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar. Produk yang dipasarkan harus mampu mengikuti tren dan selera konsumen agar tetap diminati serta mampu bersaing. Oleh sebab itu, inovasi dinilai menjadi faktor penting bagi keberlangsungan usaha.
Selain persoalan pemasaran, akses terhadap permodalan masih menjadi kendala bagi banyak pelaku UMKM. Menurutnya, sebagian pelaku usaha belum memiliki pengelolaan keuangan yang baik, seperti pencatatan transaksi usaha maupun pemisahan antara keuangan pribadi dan usaha. Kondisi tersebut sering kali menjadi hambatan ketika mengajukan pembiayaan ke lembaga keuangan atau perbankan.
Di sisi lain, Yusup menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku UMKM di era modern. Ia mengatakan pelaku usaha yang tidak mengikuti perkembangan digital akan kesulitan menjangkau pasar yang lebih luas, memperoleh informasi usaha, hingga mengakses layanan keuangan. Karena itu, para pelaku UMKM didorong untuk mulai memanfaatkan digitalisasi guna meningkatkan daya saing dan memperluas peluang bisnis mereka. (*/BN)






