KEFAMENANU, BN – Aparat Kepolisian Resor Timor Tengah Utara (TTU) masih mendalami kasus dugaan pengeroyokan yang terjadi di Desa Susulaku A, Kecamatan Insana, Kabupaten TTU.
Kasus tersebut dilaporkan oleh Redemtus Antonius Anapah ke Polres TTU pada Jumat, 8 Mei 2026. Laporan itu dibuat setelah insiden yang dialaminya sehari sebelumnya, Kamis, 7 Mei 2026.
Kapolres TTU AKBP Eliana Papote melalui Kasi Humas Polres TTU, Ipda Markus Wilco Mitang, mengatakan proses penanganan perkara masih berjalan dan penyidik Satreskrim tengah mengumpulkan berbagai informasi terkait kejadian tersebut.
“Saya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan rekan-rekan di Reskrim terkait perkembangan penanganannya, nanti akan kami sampaikan kembali,” katanya saat dimintai keterangan media pada Jumat (15/5/2026).
Ia menerangkan bahwa kasus itu masih berada pada tahap penyelidikan karena laporan baru diterima sekitar satu minggu terakhir. Polisi, lanjutnya, masih fokus mengumpulkan bukti dan meminta keterangan dari sejumlah pihak guna mengetahui kronologi secara utuh.
Menurut penuturan keluarga korban, persoalan bermula dari kejadian di lapangan sekolah yang melibatkan anak-anak korban saat bermain sepak bola pada Kamis sore.
Korban disebut mendatangi rumah pihak yang diduga terlibat karena tidak menerima anak-anaknya dipukul. Namun, situasi justru memanas dan berujung pada ancaman terhadap korban.
Keesokan harinya, korban berada di area kebun dan menutup akses jalan yang menurut pihak keluarga merupakan jalur pribadi, bukan fasilitas umum. Penutupan dilakukan agar kendaraan roda dua maupun roda empat tidak melintas di lokasi tersebut.
Tindakan itu diduga memicu reaksi dari sejumlah orang yang kemudian mendatangi korban. Dalam peristiwa itu, korban disebut mengalami pengeroyokan menggunakan tangan kosong hingga menderita luka pada bagian wajah dan kepala.
Pihak keluarga korban juga menegaskan bahwa jalan yang dipersoalkan bukanlah jalan umum, melainkan hanya jalur yang biasa digunakan warga sekitar untuk memperpendek jarak tempuh.
Sampai saat ini, kepolisian belum menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan terhadap para terduga pelaku maupun kemungkinan penahanan. Penyidik masih terus mendalami perkara guna memastikan fakta-fakta yang terjadi di lapangan. (*/BN)






