KUPANG, BN — Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, menghadiri rapat koordinasi strategis bersama Direksi dan pejabat Bank NTT di Kantor Pusat Bank NTT, Kupang. Pertemuan ini membahas sinergi kebijakan dan perencanaan strategis untuk mendukung implementasi visi pembangunan Kabupaten Lembata.
Dalam forum tersebut, Bupati Kanis Tuaq memaparkan capaian pembangunan serta potensi sektor unggulan daerah, terutama pertanian. Ia menyoroti peningkatan produksi jagung yang dinilai sebagai indikator keberhasilan program ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.
“Visi kami adalah menjadikan Lembata Maju, Lestari, dan Berdaya Saing. Peningkatan hasil pertanian, seperti panen jagung yang mencapai titik optimal, merupakan bukti bahwa program pembangunan berbasis sektor produktif mulai membuahkan hasil,” ujar Bupati Kanis Tuaq.
Ia juga menyampaikan rencana strategis ke depan, termasuk pengembangan komoditas unggulan lain seperti peternakan, perikanan, dan kelautan. Bupati menekankan perlunya dukungan Bank NTT dalam ekosistem pembangunan ini, mulai dari proses hilirisasi hingga penyediaan infrastruktur pendukung pemasaran.
Menanggapi paparan tersebut, Komisaris Independen Bank NTT, Frans Gana, menegaskan komitmen Bank NTT untuk menyesuaikan dukungan institusionalnya dengan agenda pembangunan Kabupaten Lembata.
“Kami sangat mengapresiasi paparan komprehensif Bapak Bupati mengenai potensi pertanian dan arah pembangunan Lembata. Bank NTT memiliki tanggung jawab fungsional untuk mendukung program unggulan daerah. Kami siap menjadi mitra strategis dalam pengembangan ekosistem sektor produktif dari hulu hingga hilir,” kata Frans Gana.
Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat kunci Bank NTT yang berperan dalam pemetaan potensi dan pengembangan sektor produktif, yakni: Komisaris Independen, Frans Gana, Kepala Divisi Kredit Komersil & Menengah, Soleman M. Bislissin, Pemimpin Cabang Lewoleba, Egber Balukh, Officer Pertanian & Peternakan, Gerson F. S. Tahitoe, dan Officer Perikanan, Kelautan & Perdagangan, Ellen Melsiani Malelak
Rapat ditutup dengan kesepakatan untuk memperkuat kolaborasi, termasuk pemanfaatan data sektoral Lembata guna merumuskan program bersama yang lebih terarah dan berdampak. (*/BN)






