KUPANG, BN — Dalam upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas sebagai bank milik daerah, Bank NTT menyampaikan tiga agenda strategis dalam rapat bersama Komisi III DPRD Provinsi NTT, Kamis (31/7).
Komisaris Independen Bank NTT, Frans Gana, menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk membuka secara terang progres dan arah kebijakan strategis Bank NTT di hadapan wakil rakyat.
“Tadi kami bahas tiga poin utama: evaluasi kinerja, perkembangan Kemitraan Usaha Bersama (KUB) dengan Bank Jatim, dan proses pencalonan pengurus baru,” ungkap Frans usai rapat.
Terkait kinerja, ia menyebut evaluasi difokuskan pada kontribusi riil Bank NTT terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kami terus mendorong optimalisasi kinerja agar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat melalui PAD. Ini bentuk tanggung jawab kami sebagai bank milik daerah,” ujarnya.
Mengenai agenda KUB dengan Bank Jatim, Frans menyebut proses telah memasuki tahap akhir. Share Holder Agreement (SHA) telah disepakati dan kini tinggal menunggu keputusan resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pusat. “Jika RUPS Bank Jatim berjalan lancar, izin dari OJK segera terbit,” jelasnya.
Agenda terakhir adalah soal calon pengurus baru Bank NTT. Menurut Frans, nama-nama telah diajukan sejak pertengahan Juli dan saat ini tengah dikaji oleh regulator pusat.
“Penetapan akhir kami harapkan pertengahan Agustus, sesuai mekanisme. Namun semuanya tergantung keputusan dari OJK. Proses ini juga sedang dialami oleh banyak BPD lainnya di Indonesia,” terangnya.
Frans menegaskan bahwa seluruh nama calon pengurus merupakan hasil keputusan resmi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), sehingga memiliki legitimasi dan akuntabilitas formal. (*/BN)






