KUPANG, BN — Bank NTT menegaskan kesiapan penuh dalam memenuhi kewajiban pembayaran pokok Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2018 Seri D yang akan jatuh tempo pada 21 Desember 2025. Total dana yang disiapkan mencapai Rp37 miliar dan seluruhnya telah dicadangkan pada pos kas atau setara kas.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Bank NTT memastikan bahwa pelunasan akan dilakukan tepat waktu tanpa bergantung pada sumber pendanaan berbasis utang.
“Seluruh kewajiban sebagai Emiten dalam rangka pelunasan pokok dan bunga telah dicadangkan dan bank mampu untuk melunasi seketika,” tulis manajemen Bank NTT dalam laporan resmi yang dikutip Jumat, 28 November 2025.
Bank NTT juga menegaskan bahwa pencadangan dana tersebut memberikan kepastian finansial dan operasional bagi para pemegang obligasi, termasuk menjamin keberlanjutan usaha bank ke depan.
Kinerja Bank NTT
Hingga Juni 2025, Bank NTT membukukan laba bersih Rp89,44 miliar, tumbuh 9,82 persen secara year-on-year (yoy). Pertumbuhan laba ditopang peningkatan pendapatan bunga bersih yang naik 4,14 persen (yoy) menjadi Rp535,13 miliar.
Pada fungsi intermediasi, kredit dan dana pihak ketiga (DPK) ikut tumbuh masing-masing 2,18 persen dan 1,84 persen (yoy). Total kredit mencapai Rp12,78 triliun, sementara DPK meningkat menjadi Rp13,13 triliun.
Kualitas aset tetap terjaga dengan non-performing loan (NPL) gross di posisi 3,47 persen dan NPL net turun 40 basis poin menjadi 1,12 persen. Sementara itu, komposisi dana murah (CASA) meningkat hingga Rp7,25 triliun atau 55,19 persen dari total DPK.
Kestabilan ini turut menopang kenaikan total aset Bank NTT yang naik 1,90 persen (yoy) dari Rp17,24 triliun menjadi Rp17,57 triliun pada paruh pertama 2025. (*/BN/IB)






