Bank NTT Perkuat Tata Kelola dan Kinerja, Ini Rencana Bisnis dan Proyeksi Laba 2026

  • Whatsapp
Suasana RDP Komisi III DPRD NTT dan Bank NTT. (Foto: istimewa)

KUPANG, BN – Manajemen baru Bank NTT langsung tancap gas. Dalam rapat perdana bersama Komisi III DPRD NTT pada Senin (1/12 2025), Direksi dan Komisaris yang baru dilantik memaparkan arah kebijakan strategis bank daerah tersebut, mulai dari pembenahan kredit bermasalah hingga perluasan pembiayaan sektor produktif.

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memperkuat fondasi internal, khususnya dalam penanganan kredit bermasalah. Ia mengatakan langkah-langkah khusus telah disiapkan untuk memastikan proses penagihan berjalan lebih efektif.

Read More

“Kita ingin performance loan bisa diturunkan, dan saya akan membuat respons khusus agar ada tim yang benar-benar fokus menyelesaikan penagihan dan hal-hal lainnya,” ujar Charlie usai rapat.

Selain pembenahan manajemen risiko kredit, Bank NTT akan memperluas porsi pembiayaan produktif yang selama ini tertinggal dibandingkan kredit konsumtif ASN. Ke depan, pembiayaan UMKM, termasuk kredit bagi ibu-ibu pelaku usaha dan dukungan untuk entrepreneur lokal, akan menjadi fokus utama.

Charlie juga menyoroti penataan ulang struktur organisasi agar Bank NTT lebih efisien dan memiliki kejelasan tanggung jawab di setiap lini. Dalam kesempatan itu, ia memastikan bahwa kerja sama KUB dengan Bank Jatim telah resmi tuntas.

“Bank Jatim telah menyetor penyertaan modal sebesar Rp100 miliar kepada Bank NTT pada 30 September 2025, menandai finalisasi kerja sama yang telah dibangun,” jelasnya.

Dari sisi kinerja, Bank NTT menargetkan laba tahun buku 2026 mencapai Rp262 miliar yang akan dibagikan sebagai deviden sesuai porsi kepemilikan pemegang saham. Sementara untuk 2025, laba kotor diproyeksikan berada di kisaran Rp204 miliar.

Anggota Komisi III DPRD NTT, Filmon Loasana, mengapresiasi langkah cepat manajemen baru. Ia menyebut pertemuan perdana ini sebagai sinyal optimisme terhadap masa depan Bank NTT.

“Ini merupakan bentuk antusiasme manajemen baru bahwa pertumbuhan Bank NTT ke depan akan lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.

Filmon juga mengingatkan pentingnya tata kelola yang bersih dan transparan, termasuk penegakan disiplin bagi pelanggaran yang pernah mencoreng nama Bank NTT.

“Orang yang berbuat salah harus diberi punishment yang benar-benar tegas agar kasus-kasus itu tidak berulang tahun terus menerus,” tegasnya.

Ia menilai langkah pembenahan internal hingga 2026 sebagai strategi yang tepat, di mana dampak signifikan dari berbagai perbaikan diperkirakan mulai terlihat pada 2027. (*/BN)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *