Difasilitasi Julie Laiskodat, Hasil Desain Siswa SMK Bakal Ditampilkan di Jakarta Fashion Week

  • Whatsapp
Para siswa SMK serius menyimak arahan mentor Maya Ratih. (Foto: BN)

KUPANG, BN – Julie Sutrisno Laiskodat atau yang akrab disapa Bunda Julie terus mendorong anak-anak muda di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengembangkan talenta yang dimiliki agar dapat berprestasi tidak saja di daerah, tetapi di tingkat nasional bahkan internasional.

Ini bukan bukan karena kemampuan dirinya yang merupakan Ketua Dekranasda NTT, atau pun sebagai istri Gubernur NTT, melainkan karena kecintaannya yang tulus terhadap NTT serta potensi yang dimiliki oleh NTT. Tak main-main, banyak hal bertanya untuk NTT dengan menggunakan uang pribadi.

Read More

banner 728x250

Tangan dingin Bunda Julie mengurus anak-anak NTT yang memiliki pun berbuah manis. Banyak yang telah meraih prestasi bahkan hingga ke panggung internasional. Hal ini tentu memberikan kebanggaan tersendiri, sekaligus menjadi semangat bagi anak-anak muda untuk mengharumkan nama NTT melalui berbagai talenta yang dimiliki.

Salah satu yang baru saja dilakukan lagi oleh Bunda Julie adalah desainer untuk menjadi mentor bagi sejumlah siswa SMK di NTT untuk menjadi desainer profesional. Dua desainer itu adalah Temma Prasetyo dan Maya Ratih. Selama beberapa hari, kedua desainer ini membimbing sejmlah siswa SMK dalam mendesain fashion sesuai keinginan pasar.

Bunda Julie kepada media, Sabtu (15/10/2022), membicarakan hal ini harus membimbing para siswa yang memiliki bakat menjadi desainer. Dia mengungkapkan, sejak tahun 2019 lalu, tepatnya menjadi Ketua Dekranasda NTT, banyak pejabat maupun istri pejabat yang menjahit pakaian tenun NTT di Jakarta.

“Setelah saya banyak lalu tahu, di NTT sekali penjahit, tetapi mereka tidak berani mengklaim bahwa mereka adalah desainer. Sementara, pasar bukan hanya butuh menjahit,” ungkap Bunda Julie.

Dengan dasar itu, Bunda Jilie lantas kembai Berpikir bukan saja tenun NTT yang menunjukkan, tetapi banyak orang juga harus menggunakannya sebagai fashion. Untuk itu, dirinya juga berkeinginan kuat banyak lahir dari desainer dari NTT yang notabenya lebih paham tentang motif dan cerita tentang motif tenun tersebut.

Inilah yang membuat Bunda Julie merasa terpanggil untuk membentuk anak muda NTT, khususnya yang memiliki bakat di bidang desain menjadi desainer untuk produk tenun ikat NTT. juga ingin anak-anak NTT selalu tampil di ajang fashion seperti Indonesia Fashion Week, Jakarta Fashion Week serta banyak lagi ajang fashion show di tanah air bahkan di skala internasional.

“Saya tidak ingin seperti daerah lain yang ada uang lalu nyewa desainer luar yang mendesain fashion. Saya mau Sumber Daya Manusia yang ada di NTT bisa ikut tampil. setiap tahun saya datangkan mentor yang berbeda-beda ke NTT untuk mengajar cara mengukur badan, membuat pola, cara memotong sampai dengan cara menjahit, agar memiliki standar nasional maupun internasional,” jelas Bunda Julie.

Road To Jakarta Fashion Week

Mentor Temma Prasetyo bersama siswa SMK yang mengikuti pelatihan. (Foto: BN)

Desainer kenamaan Indonesia yang menjadi mentor bagi siswa SMK, Maya Ratih, mengatakan, dirinya telah tiga kali memberikan pelatihan di NTT. Kali ini, dirinya menjadi pelatih bagi 6 pelajar tentang teknik mendesain baju wanita dari bahan kain tenun.

“Kali ini untuk ajang Road To Jakarta Fashion Week, ada 6 peserta dari beberapa kabupaten dan peserta yang mengikuti program pelatihan ini semua adalah para pelajar dari SMK. Ini programnya Bunda Julie dan sangat brilian,” ujar Maya Ratih.

Pemilik Brand Maya Ratih Indonesia ini mengakui bahwa dengan menjadi instruktur atau mentor, dirinya memiliki keinginan dan keinginan untuk memajukan desainer-desainer lokal dan misi lain yaitu menjaga warisan nusantara berupa kain tenun NTT.

Jadi, mereka yang ikut pelatihan ini sudah ada dasar dan mungkin jadi desainer handal tapi pengetahuan mereka hanya sebatas pengetahuan tata seni seperti pecah pola. Di sini kami perdalam lagi dengan pengetahuan tentang fashion dan trad tapi tekniknya juga. Mereka juga harus menyelesaikan sampai selesai bajunya. ,” ucapnya.

“Latih sejak dini mereka tampil, bagaimana mereka menampilkan hasil agar lebih semangat berkreatifitas dan mampu membangun kepercayaan diri,” tambahnya.

Selain memberikan pelatihan, peserta juga diberi motivasi agar tidak hanya terbatas menjadi seorang penjahit namun mereka diberi edukasi gambaran dunia fashion dan perkembangan trend dan teknologi.

Instruktur lainnya, Temma Prasetyo secara terpisah, mengatakan bahwa terlaksananya program ini berkat dukungan dari Bunda Julie Laiskodat.

“Jadi ini semua inisiatifnya dari Bunda Julie. Suportnya, kain tenun semuanya dari dekranasda,” ujar Temma Prasetyo.

Desainer asal Jakarta yang khusus pakaian Ia mengakui telah berkolaborasi bersama Dekranasda NTT menjadi pelatih bagi desainer-desainer asal NTT dan telah terlibat di 3 even fashion nasional di Jakarta.

“Untuk kali ini ada 5 pelajar SMK yang lolos seleksi pelatihan desainer khusus pakaian pria. Sebelum saya pilih untuk ikut, mereka harus punya konsep desain seperti apa,” ungkap Temma.

berharap, para peserta mampu melihat potensi kain tenun bagi perkembangan fashion di zaman modern saat ini. Pasalnya, kain tenun NTT memiliki nilai jual tinggi bagi dunia fashion saat ini.

“Keunggulan NTT memiliki corak dan motif kain tenun yang beragam. Ini potensi yang harus dikembangkan di dunia fashion. Ini adalah konsep Bunda Julie,” terangnya.

Terima Kasih Bunda Julie

Julie Sutrisno Laiskodat. (Foto: BN)

Kepala Sekolah SMK 4 Kota Kupang, Semmy Ndolu mengaku sangat bangga karena hasil desain dua siswanya terkurasi dan dinyatakan lolos untuk selanjutnya dimentori oleh para mentor selama 3 hari. Selanjutnya para siswa ini dipersiapkan untuk mengikuti ajang Jakarta Fashion Week pada tanggal 28 Oktober mendatang.

“Kami sangat bangga karena memang secara spesifik tidak belajar tentang tata busana. Tetapi di sekolah kami ada pelajaran kreatif batik dan tekstil. Itu kami mulai dari hulu ke hilir, mulai dari membuat tenunnya, menenun sampai dengan menjahit. Jadi kompetensi menjahitnya kami dorong kea rah tata busana,” jelas Semmy.

terima kasih sangat berterima kasih kepada Bunda Julie yang memiliki inisiatif mengangkat potensi lokal terutama mengembangkan keahlian dari para siswa SMK. berharap berharap kedepan bisa terus dilaksanakan, apalagi panggung seperti Indonesia Fashion Week dan Jakarta Fashion Week serta panggung sejenis lainnya yang disiapkan Bunda Julie bagi anak-anak NTT untuk mengeksplor kemampuan di bidang desain fashion.

Sementara itu, salah satu siswa kelas 2 SMK Negeri 1 Kefamenanu, TTU, Regina Da Silva Tuti mengaku baru pertama kali mengikuti pelatihan tersebut, apalagi langsung dibimbing oleh desainer kelas nasional. Siswa jurusan Tata Busana ini juga menyampaikan terima kasih yang besar kepada Bunda Julie, karena pada waktu tersebut dirinya bisa mendapat banyak ilmu tentang desain fashion.

“Saya punya mimpi dan cita-cita setelah ini bisa menjadi desainer terkenal di nasional sampai ke internasional,” pungkasnya. (*/BN)

 

Related posts