Kasus Papi Manafe, Sosiolog: Partai Harus Lebih Peka Pertimbangkan Status Hukum Kadernya

Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Balkis Soraya Tanof. (Foto: dok pribadi)

KUPANG, berandanusantara.com – Pengamat Sosiologi Undana, Balkis Soraya Tanof mengingatkan agar Partai NasDem lebih peka terhadap status hukum yang menimpa kadernya, Olabert Arians Manafe alias Papi Manafe.

Anggota DPRD kabupaten Rote Ndao yang belum lama dilantik itu tersandung kasus perzinahan. Mirisnya, perzinahan itu dilakukan bersama seorang perempuan yang berstatus istri orang.

Secara sosiologis, dalam kasus tersebut, Balkis mengkritik bahwa seharusnya kader partai, apalagi telah mengemban amanah sebagai Wakil Rakyat, mestinya menjaga citra Parpol bukan steotype.

Menurutnya, hal tersebut akan berdampak pada sikap dan perilaku sinisme politik, bahwa Politisi tidak dapat dipercaya, karena dengan jabatan Wakil Rakyat senang melakukan perilaku berzinah.

“Aib politik tersebut bukan saja berdampak pada Politisi itu sendiri, tetapi terhadap parpol pengusung,” ujarnya.

Aktivis Perempuan NTT ini juga berpendapat, bahwa dengan perilaku menyimpang itu masyarakat akan menghukum dengan tidak memilik Parpol tersebut pada pemilu mendatang.

“Karena perilaku deviasi yang berdampak hukum pada kadernya di Parlemen. Oleh karena itu, Parpol harus lebih peka mempertimbangkan status hukum kadernya itu,” tandas Balkis.

Oleh karena itu, Balkis mengingatkan agar sebaiknya Partai NasDem sesegera mungkin memberikan sanksi politik bagi kadernya, Papi Manafe berupa Pergantian Antar Waktu (PAW) dengan kader lain, agar bisa mengembalikan citra Parpol.

“Semoga perilaku deviasi sosial; seks bebas yang tidak bebas oleh seperti yang dilakukan oleh Politisi, seperti kasus Papi Manafe menjadi refleksi bagi Wakil Rakyat lainnya,” pungkasnya. (*Tim)


Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Show Buttons
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Pinterest
Hide Buttons