Kisah Antonia Tamonob, Biayai Kuliahnya di IAKN Kupang dari Hasil Menenun

Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rektor IAKN Kupang, Harun Natonis saat berbincang dengan mahasiswinya, Antonia Tamonob. (Foto: Yabes Ottu/BN)

KUPANG, berandanusantara.com – Meski terlahir dari keluarga tidak mampu, namun hal itu tidak menyurutkan niat Antonia Tamonob untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi. Dia pun berjuang sendiri untuk membiayai kuliahnya lewat keterampilan yang dimiliki yakni menenun.

Antonia, sapaan akrab perempuan asal Amanatun, kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) itu kini tercatat sebagai mahasiswi semester II di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, dengan mengambil konsentrasi Pendidikan Agama Kristen (PAK).

Perempuan rendah hati ini telah fasih menenun semenjak masih kelas 4 SD. Sejak saat itu, hasil tenunan Antonia telah dipakai untuk membiayai sekolahnya. Perjuangan Antonia pun mendapat simpati dari Rektor IAKN Kupang, Harun Natonis.

Kamis (30/4/2020), Harun Natonis meluangkan waktu untuk berkunjung ke kosan, tempat tinggal sekaligus menjadi tempat usaha tenun Antonia. Di sana, Harun Natonis melihat dari dekat perjuangan salah satu mahasiswinya yang sangat inspiratif tersebut.

Orang nomor satu di IAKN Kupang itu berkesempatan melihat secara langsung kondisi kehidupan Antonia sambil berbincang-bincang dan melihat langsung proses menenun. Harun juga melihat hasil tenunan karya mahasiswinya itu.

Ketekunan Antonia menenun untuk membiayai kuliahnya. (Foto: Yabes Ottu/BN)

Kepada Antonia, Harun Natonis memberikan motivasi agar tetap semangat mengikuti kuliah sembari merekomendasikan Antonia mendapatkan beasiswa lewat jalur Bidikmisi. Rekomendasi itu diberikan untuk meringankan beban Antonia.

“Di kampus tersedia beasiswa PIP, PPA dan Bidikmisi dan saya putuskan supaya Panitia yang mengatur beasiswa Bidikmisi dikasi kepada Antonia,” ujar Harun Natonis.

Menurut Harun, Antonia Tamonob sangat layak untuk mendapatkan bantuan tersebut. Apalagi Antonia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Beasiswa tersebut, kata Harun, bisa dimanfaatkan untuk keperluan kuliah dan menenun.

“Bisa juga dipakai sebagai modal untuk mengembangkan usahanya itu. Bisa beli bahan tenun yang baik supaya hasil tenun bisa lebih baik,” kata Harun.

Harun mengharapkan agar kerja keras dan perjuangan Antonia Tamonob bisa menginspirasi generasi muda, khususnya mahasiswa IAKN Kupang. Dia sangat yakin, mahasiswa IAKN Kupang banyak yang memiliki potensi.

Dia bahkan menantang, setelah Antonia, siapa lagi mahasiswa IAKN yang akan tampil dengan konsep atau gaya baru dalam hal perjuangan meraih cita-cita. Karena menurutnya, di era milenial saat ini dibutuhkan anak-anak muda yang bisa mengembangkan potensinya.

“Harus dilakukan tanpa rasa gengsi apalagi malu. Karena, kalau bisa mengembangkan diri dengan potensi yang ada, maka itu akan menolong mahasiswa,” pungkas Harun Natonis. (Yabes Ottu/AM/BN)


Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Show Buttons
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Pinterest
Hide Buttons