LKPJ Gubernur NTT 2025 Ungkap Kondisi Ekonomi, Kemiskinan, dan Pengangguran

  • Whatsapp
Istimewa.

KUPANG, BN – Capaian pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur sepanjang tahun 2025 menunjukkan arah yang positif. Hal ini disampaikan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD NTT, Kamis (26/3/2026).

Dalam pemaparannya, Gubernur menegaskan bahwa berbagai indikator makro daerah mengalami perbaikan signifikan, mulai dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat, menurunnya angka kemiskinan, hingga pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga.

Read More

Dari sisi keuangan daerah, belanja tahun 2025 ditargetkan sebesar Rp5,18 triliun, dengan realisasi mencapai Rp4,29 triliun atau 82,86 persen dari total anggaran setelah perubahan APBD. Pada komponen pembiayaan, penerimaan daerah terealisasi penuh sebesar Rp262,82 miliar, sementara pengeluaran mencapai Rp159,29 miliar atau 97,44 persen dari target.

Data Badan Pusat Statistik mencatat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTT pada 2025 berada di angka 69,89 poin, meningkat 0,75 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan perbaikan pada aspek kesehatan, pendidikan, dan daya beli masyarakat.

Angka kemiskinan juga menunjukkan tren menurun. Pada September 2025, persentase penduduk miskin tercatat 17,50 persen, turun dibandingkan Maret 2025 maupun periode yang sama tahun sebelumnya. Secara jumlah, penduduk miskin berkurang menjadi 1,03 juta orang.

Penurunan ini terjadi baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Persentase kemiskinan di kota turun menjadi 6,96 persen, sedangkan di desa menjadi 21,48 persen. Jumlah penduduk miskin di perkotaan berkurang 9,31 ribu orang, sementara di perdesaan turun 47,78 ribu orang.

Garis kemiskinan pada September 2025 tercatat sebesar Rp563.052 per kapita per bulan. Dengan rata-rata anggota rumah tangga miskin sebanyak 5,88 orang, kebutuhan per rumah tangga diperkirakan mencapai Rp3,31 juta per bulan.

Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka pada November 2025 berada di angka 3,10 persen, mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya maupun tahun lalu.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi, NTT mencatat kinerja yang cukup solid. Pada triwulan IV 2025, ekonomi tumbuh 5,34 persen secara tahunan. Sektor industri pengolahan menjadi yang paling menonjol dengan pertumbuhan 20,35 persen, sementara ekspor barang dan jasa mencatat kenaikan tertinggi dari sisi pengeluaran sebesar 26,92 persen.

Secara keseluruhan, ekonomi NTT sepanjang 2025 tumbuh 5,14 persen. Sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi kendaraan, menjadi kontributor utama pertumbuhan. Di sisi lain, ekspor tetap menjadi motor penggerak dari sisi pengeluaran.

Gubernur Melki mengakui bahwa pelaksanaan pembangunan sepanjang 2025 tidak lepas dari tantangan, terutama akibat penyesuaian fiskal nasional yang berdampak pada keterbatasan anggaran daerah. Namun, kondisi ini dinilai sebagai peluang untuk memperkuat tata kelola keuangan serta mendorong kemandirian fiskal.

Sejumlah langkah strategis pun telah dilakukan, seperti digitalisasi sistem pembayaran dan retribusi daerah serta pemberian insentif berupa keringanan pajak kendaraan. Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi layanan sekaligus meminimalkan potensi kebocoran.

Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM. Melalui program One Village One Product (OVOP), sebanyak 190 UMKM telah dibina dengan 44 produk unggulan. Selain itu, kehadiran NTT Mart di 22 kabupaten/kota diharapkan menjadi sarana pemasaran produk lokal.

“Berbagai capaian ini menjadi pijakan untuk terus memperkuat pembangunan daerah ke depan,” ujar Gubernur. (*/BN)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *