Ama Winiray Hawu Dimu Heo: Potret Inspiratif Lulusan SMA Kristen Mercusuar Kupang

  • Whatsapp
Ama Winiray Hawu Dimu Heo saat mewakili teman-temannya menyampaikan sambutan. (Foto: istimewa)

KUPANG, BN — Sosok Ama Winiray Hawu Dimu Heo mencuri perhatian dalam acara pengumuman dan pelepasan kelulusan siswa kelas XII SMA Kristen Mercusuar Kupang angkatan XXI yang digelar di Subasuka Paradise Kupang, Rabu (7/5/2025) petang.

Ama, yang dipercaya mewakili teman-temannya dalam menyampaikan sambutan, tampil tenang dan penuh penghayatan, menyuarakan rasa syukur, kenangan, serta harapan mewakili seluruh siswa yang lulus tahun ini.

Read More

Pelajar yang akrab disapa Ama ini bukanlah sosok yang asing di lingkungan sekolah. Selama masa pendidikannya, Ama dikenal sebagai siswa yang aktif, berprestasi, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.

Ia menjabat sebagai Ketua OSIS dan pernah meraih Juara 2 Lomba Debat tingkat Provinsi NTT, prestasi yang menjadi bukti nyata kapasitasnya sebagai pemimpin muda dan pemikir kritis.

Tak hanya cemerlang di bidang akademik dan organisasi, Ama juga memiliki ketertarikan kuat pada musik dan sains. Dua bidang ini ia geluti dengan semangat karena percaya bahwa kombinasi kreativitas dan logika akan membentuk pribadi yang utuh dan adaptif di masa depan.

“Di SMA Mercusuar, kami didorong untuk tidak hanya fokus pada nilai akademik. Sekolah menanamkan pentingnya keterampilan dan karakter, dan itu sangat saya rasakan manfaatnya,” ujar Ama melalui pesan Whatsapp, Kamis (8/5/2025) siang.

Dalam pidatonya yang menyentuh, Ama menyampaikan penghargaan kepada para guru, orang tua, serta sesama siswa yang telah menjadi bagian dari perjalanannya selama tiga tahun terakhir.

Ia menyebut para guru sebagai sosok yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membimbing dengan hati.

“Bapak dan Ibu guru bukan hanya pengajar, tapi juga orang tua kedua bagi kami. Mereka sabar dan terus percaya bahwa kami mampu menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.

Ama mengungkapkan bahwa setelah lulus dari SMA Mercusuar, ia berencana melanjutkan pendidikan di Universitas Nusa Cendana Kupang, mengambil jurusan pendidikan dokter.

Keputusan itu ia ambil bukan hanya karena peluang kerja, tetapi karena dorongan hati untuk menjadi penghubung antara dunia medis dan masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil.

“Saya ingin masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman, memahami bahwa penyakit perlu ditangani secara medis. Saya ingin membantu mengubah pandangan yang masih mengaitkan penyakit dengan pelanggaran adat atau hal mistis,” jelasnya.

Ama berharap, kelulusannya dari SMA Kristen Mercusuar menjadi awal dari perjalanan panjang menuju perubahan yang ia ingin bawa di tengah masyarakat.

Kepada adik-adik kelasnya, Ama berpesan agar terus berjuang, tetap rendah hati, dan tidak melupakan Tuhan dalam setiap langkah.

“Hidup bukan hanya soal menjadi hebat, tapi soal memberi makna. Ketika kita hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri, di situlah hidup menjadi berarti,” tutupnya.

Dengan integritas, semangat belajar, dan visi kemanusiaan yang kuat, Ama Winiray Hawu Dimu Heo menjadi salah satu potret generasi muda Nusa Tenggara Timur yang layak diapresiasi dan diteladani. (*/BN)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *