Meski Lulus, Siswi Ini Mengaku Kecewa Karena UN Ditiadakan

Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rani Jeanita Padjikana. (Foto: ist)

KUPANG, berandanusantara.com – Bagi kebanyakan siswa yang dinyatakan lulus pasti merasa gembira. Namun hal ini tidak berlaku bagi Rani Jeanita Padjikana, Siswi SMUN 8 Kupang, NTT. Dia justru kecewa karena kelulusannya tanpa melalui Ujian Nasional (UN).

Sejak pandemi corona atau covid-19, pemerintah memang telah mengeluarkan imbauan social distancing dan physical disgancing. Para pelajar pun harus belajar dari rumah dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia.

Begitu juga dengan kebijakan Menteri Pendidikan yang meniadakan UN bagi siswa yang telah duduk di kelas terakhir pada tingkatannya. Kelulusan siswa pun hanya ditentukan lewat ujian sekolah.

Bagi Rani, sapaan akrabnya, kelulusan tanpa Ujian Nasional merupakan beban dan derita, lantaran telah mempersiapkan diri sebaik mungkin. Ditambah lagi, anggapan banyak orang terhadap angkatannya yang memperoleh kelulusan dengan mudah.

“Jujur saya sedikit kecewa, karena sudah mempersiapkan diri, tapi ujian nasional ditiadakan,” ujar Rani, Senin (4/5/2020). Rani lulus dengan pencapaian sangat memuaskan. Dia mengaku akan segera melanjutkan pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi.

Meski demikian, Rani mengapresiasi pihak sekolahnya yang memberikan pengumuman kelulusan secara online. Baginya, ada pembelajaran kesan dan pesan positif di tengah pandemi covid-19 ini terhadap siswa.

“Kali ini tidak ada konvoi kendaraan, tidak ada coret-coret baju yang sangat mengganggu di jalan umum, serta menimbulkan bahaya bagi siswa itu sendiri dan orang lain,” pungkasnya. (*ybs/bn)


Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Show Buttons
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Pinterest
Hide Buttons