Nemberala Kalahkan Bali

  • Whatsapp
Ketum PRRN Semmy Balukh didampingi Sekjen Andyos Manu, bersama para Putri Pariwisata NTT saat mengkampanyekan vote wisata beberapa waktu lalu. (Ist)
Ketum PRRN Semmy Balukh didampingi Sekjen Andyos Manu, bersama para Putri Pariwisata NTT saat mengkampanyekan vote wisata beberapa waktu lalu. (Ist)
Ketum PRRN Semmy Balukh didampingi Sekjen Andyos Manu, bersama para Putri Pariwisata NTT saat mengkampanyekan vote wisata beberapa waktu lalu. (Ist)

KUPANG, berandanusantara.com – Setelah puluhan tahun bersaing dengan Bali di sektor pariwisata, khusus untuk atraksi selancar, Nemberala akhirnya mengalahkan Bali.

Pantai Nemberala kini menjadi tempat berselancar terfavorit di Indonesia setelah pada malam penganugerahan Anugerah Pesona Indonesia (API) 2016 di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jumat (16/9/2016) malam mendapat juara 1 sebagai tempat berselancar terfavorit.

Nemberala mengalahkan pantai Nusa Lembongan (Jawa Timur), Pantai Plengkung (Bali) dan Pulau Nias (Sumut). Selama bertahun-tahun, Bali selalu menjadi terfavorit dalam urusan selancar. Namun, tahun ini Nemberala berhasil menjadi nomor satu di Indonesia.

Terkait prestasi ini, Ketua Pemuda Revolusi Rote Ndao (PRRN), Semy Rudyard Balukh, Sabtu (17/9) di Kupang, mengatakan inilah prestasi nasional yang membanggakan NTT dan khususnya Rote Ndao. Apalagi pada saat yang bersamaan, NTT menjadi juara umum dalam ajang ini. Ini pertanda bahwa NTT kini sudah jadi daerah wisata terfavorit di Indonesia.

Oleh karena itu, menurut Semy, pemerintah tidak perlu euforia dengan kemenangan ini. Tapi, ada tugas berat yang mesti dikerjakan sekarang, yakni membangun pariwisata berkelas internasional dan jangan berhenti berpromosi.

“Kami PRRN juga ikut lakukan kampanye vote wisata pada ajang ini, dan kami lihat masih banyak orang NTT yang tidak peduli dengan pariwisata. Oleh karena itu, kita butuh kerja keras mengubah mindset masyarakat kita untuk ikut mendukung majunya pariwisata di NTT khususnya di Rote Ndao,” kata Semy.

Lebih lanjut menurut Semy, Nemberala masih perlu ditata lebih bagus. Infrastrukturnya belum lengkap. Masyarakatnya juga belum diberdayakan secara baik. Ini dibuktikan dengan banyaknya lahan yang dijual kepada orang asing.

Oleh karena itu, perlu intervensi pemerintah, baik kabupaten, provinsi maupun pusat.
PRRN sebagai organisasi kepemudaan yang menjadi wadah para pemuda Rote Ndao di perantauan berkreasi akan ikut mempromosikan Nemberala dan juga tempat-tempat wisata lainnya di Rote Ndao.

“Kami sudah punya program kampanye kreatif untuk mempromosikan wisata Rote Ndao dan dalam waktu dekat akan kita laksanakan,” kata Semy. (Am/*)

Related posts