Pemkot Kupang Evaluasi Program Stunting, Fokus pada Analisis Situasi dan Integrasi Anggaran

  • Whatsapp
Monitoring dan Evaluasi Stunting Tahun 2025 sekaligus Pelaksanaan Analisis Situasi (ANSIT) Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) Tingkat Kota Kupang Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Hotel Kristal Kupang pada Rabu (11/3/2026). (Foto: istimewa)

KUPANG, BN – Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, S.H., secara resmi membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi Stunting Tahun 2025 sekaligus Pelaksanaan Analisis Situasi (ANSIT) Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) Tingkat Kota Kupang Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Hotel Kristal pada Rabu (11/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Kupang, para camat se-Kota Kupang, kepala puskesmas, serta para operator dari tingkat OPD, kecamatan, hingga operator PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana).

Read More

Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa upaya percepatan penurunan stunting di Kota Kupang tidak bisa lagi dilakukan dengan pola kerja yang biasa. Diperlukan pendekatan yang lebih sistematis melalui penggunaan data yang akurat, perencanaan yang terintegrasi, serta pemantauan yang berkelanjutan agar setiap program intervensi benar-benar memberikan dampak nyata terhadap kesehatan anak.

Menurutnya, pelaksanaan monitoring dan evaluasi bersama analisis situasi menjadi bagian penting dalam memastikan program penanganan stunting berjalan efektif dan tepat sasaran. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah dapat menilai perkembangan implementasi program sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang masih ditemui di lapangan.

Pada kesempatan tersebut, Sekda menegaskan tiga fokus utama Pemerintah Kota Kupang dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Fokus pertama adalah memastikan setiap kebijakan dimulai dari analisis situasi yang berbasis bukti. Ia menekankan pentingnya memahami secara tepat lokasi permasalahan, kelompok masyarakat yang paling membutuhkan intervensi, serta layanan yang masih belum optimal.

Fokus kedua adalah memastikan seluruh program dan anggaran yang berkaitan dengan penanganan stunting saling terhubung dan diarahkan pada prioritas yang sama, sehingga tidak ada lagi program yang berjalan sendiri-sendiri.

Sementara fokus ketiga adalah memperkuat sistem pemantauan dan evaluasi secara digital agar perkembangan di lapangan dapat dipantau secara rutin dan transparan, sehingga pemerintah dapat melihat apakah intervensi yang dilakukan benar-benar berdampak bagi anak-anak.

Sekda menambahkan bahwa melalui kerja yang terencana, terukur, dan akuntabel, Pemerintah Kota Kupang berkomitmen memastikan setiap anak dapat tumbuh sehat dan berkembang optimal, sekaligus mendukung pencapaian target nasional dalam penurunan angka stunting.

Sebelumnya, laporan panitia yang disampaikan oleh Plt. Sekretaris Dinas terkait Kota Kupang, Imelda Fonyke Nange, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung Program Nasional Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) serta menindaklanjuti pelaksanaan aksi konvergensi stunting di daerah.

Saat ini pendekatan aksi konvergensi telah disederhanakan menjadi empat tahapan utama, yaitu analisis situasi, penguatan perencanaan, penguatan pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan melakukan monitoring dan evaluasi capaian aksi konvergensi stunting di enam kecamatan se-Kota Kupang tahun 2025, sekaligus memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, kecamatan, puskesmas, dan petugas lapangan serta meningkatkan pemahaman terkait penginputan 31 indikator aksi konvergensi dalam sistem yang disediakan pemerintah pusat. (*/BN)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *