KUPANG, BN – Kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Nusa Tenggara Timur (NTT) berada dalam situasi rentan. Kepala BPDAS Benain Noelmina, Kludolfus Tuames, mengungkapkan hampir seluruh DAS di wilayah ini berukuran kecil, sehingga membutuhkan penanganan yang sangat hati-hati dan terintegrasi.
Hal itu disampaikan Kludolfus Tuames usai bersama Forum DAS NTT menyerahkan naskah akademik dan draf Peraturan Daerah (Perda) DAS kepada Komisi IV DPRD NTT, Rabu (25/3/2026).
Dalam penjelasannya, Kludolfus menekankan bahwa karakteristik DAS di NTT berbeda dengan wilayah lain di Indonesia. Sebanyak 98 persen DAS di NTT tergolong kecil hingga sangat kecil, dengan luas di bawah 10.000 hektare.
“Dengan ukuran yang kecil, DAS kita ini sangat sensitif. Sedikit saja salah pengelolaan, dampaknya bisa langsung terasa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh aktivitas manusia di daratan pada dasarnya berada dalam satu sistem DAS. Tidak ada satu pun wilayah yang berdiri sendiri, karena semua terhubung dalam satu bentang lahan yang melampaui batas administrasi.
“Semua sektor bermain di dalam DAS. Mau tidak mau, pengelolaannya harus lintas sektor dan tidak bisa parsial,” tegasnya.
Menurut Kludolfus, kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi NTT. Jika dikelola dengan baik, DAS dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Namun sebaliknya, jika diabaikan, kerentanan tersebut justru bisa berubah menjadi ancaman lingkungan.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan dalam pengelolaan DAS, yakni antara aspek ekologi, ekonomi, dan sosial. Ketiga aspek ini, kata dia, tidak bisa dipisahkan.
“Kalau ekologinya baik, maka ekonomi masyarakat juga akan ikut baik. Dari situ masyarakat bisa meningkatkan kualitas hidupnya,” jelasnya.
Karena itu, ia mengingatkan bahwa penentuan arah kebijakan dalam pengelolaan DAS harus berpijak pada pendekatan yang tepat. Kesalahan dalam menentukan titik pijak justru akan memperbesar risiko kerusakan.
“Kalau titik pijaknya salah, kerentanan yang ada ini bisa berubah menjadi ancaman serius bagi kita semua,” tandasnya. (*/BN)






