Kebun Kelengkeng Okulasi di Malaka Berbuah, BPDAS Benain Noelmina Siapkan Jadi Sumber Benih

  • Whatsapp
Kepala BPDAS Benain Noelmina, Kludolfus Tuames saat berkunjung ke kebun klengkeng okulasi di Kabupaten Malaka. (Foto: istimewa)

MALAKA, BN – Kepala BPDAS Benain Noelmina, Kludolfus Tuames, mengapresiasi keberhasilan masyarakat Kabupaten Malaka dalam mengembangkan tanaman buah produktif hasil program penyediaan bibit okulasi yang difasilitasi BPDAS Benain Noelmina.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Malaka, belum lama ini, Kludolfus Tuames meninjau langsung salah satu lokasi pemanfaatan bibit buah-buahan okulasi yang telah ditanam dan dikembangkan oleh masyarakat. Ia mengaku senang melihat tanaman yang telah tumbuh subur dan mulai menghasilkan buah.

Read More

“Ini merupakan hasil kerja bersama yang sangat membanggakan. Tanaman yang disiapkan melalui bantuan bibit produktif dari BPDAS Benain Noelmina tumbuh dengan baik, sudah berbuah, dan bahkan telah memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat penerima manfaat,” ujar Kludolfus.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa program rehabilitasi dan pengembangan tanaman produktif tidak hanya memberikan dampak lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menjelaskan, manfaat yang dihasilkan dari program tersebut telah mencakup tiga aspek penting sekaligus, yakni manfaat ekologi melalui penghijauan dan konservasi lahan, manfaat ekonomi melalui peningkatan pendapatan masyarakat, serta manfaat sosial yang mendorong keterlibatan dan kemandirian warga dalam pengelolaan sumber daya alam.

Melihat perkembangan yang sangat positif, Klidolfus berencana mendorong lokasi tersebut untuk dikembangkan sebagai sumber benih kelengkeng di masa mendatang. Kawasan itu diharapkan dapat menjadi penyedia mata tempel atau bahan okulasi yang berkualitas guna mendukung penyediaan bibit kelengkeng bagi masyarakat secara lebih luas.

“Lokasi ini memiliki potensi besar untuk menjadi sumber benih. Ke depan, tempat ini dapat menjadi penyedia mata tempel untuk kebutuhan pembibitan kelengkeng. Jika dikelola dengan baik, tentu akan menjadi sumber ekonomi baru yang menjanjikan bagi masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa upaya pengembangan bibit produktif merupakan bagian dari komitmen menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Demi bumi, alam, dan kehidupan yang lebih baik, program-program seperti ini harus terus didukung dan dikembangkan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*/BN)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *