BANK NTT dan HIPMI Perkuat Sinergi Dorong Wirausaha Muda Daerah

  • Whatsapp
Pelantikan HIPMI NTT. (Foto: istimewa)

KUPANG, BN — Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperluas kiprahnya dalam mendukung penguatan ekonomi daerah. Salah satu langkah strategis yang kini ditempuh organisasi tersebut adalah menjalin kemitraan dengan Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) guna memperkuat literasi keuangan dan akses permodalan bagi pelaku usaha muda.

Ketua BPD HIPMI NTT, Restu Heru Dupe, menegaskan komitmen pihaknya agar seluruh anggota HIPMI memiliki rekening di Bank NTT. Langkah ini, menurutnya, bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi membangun jejaring ekonomi yang solid antara pengusaha muda dan lembaga keuangan milik daerah.

Read More

“Peserta yang hadir di sini harus punya buku tabungan di Bank NTT, sehingga ke depan HIPMI bisa bermitra dengan Bank NTT,” ujar Heru Dupe saat pertemuan HIPMI NTT di Kupang.

Heru menambahkan, HIPMI NTT juga telah menjalin komunikasi intensif dengan manajemen Bank NTT untuk mewujudkan penerbitan kartu ATM dengan logo HIPMI NTT.

“Kami sudah komunikasi dengan pihak Bank NTT, sehingga ke depan anggota HIPMI bisa memiliki kartu ATM dengan logo organisasi,” katanya.

Selain itu, HIPMI NTT tengah menyiapkan program HIPMI Akademi, hasil kolaborasi dengan Bank NTT yang berfokus pada pelatihan dan pendampingan bagi calon wirausaha muda.

“Kami ingin mencetak lebih banyak anak muda yang siap terjun ke dunia usaha, dengan dukungan pelatihan dan akses permodalan dari Bank NTT,” jelas Heru.

Sebagai bank pembangunan daerah, Bank NTT dikenal memiliki jaringan layanan terluas di seluruh wilayah NTT, hingga ke pelosok desa. Dengan sistem digital yang terus berkembang, Bank NTT tak hanya berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga mitra strategis bagi pelaku UMKM, petani, nelayan, dan wirausaha muda.

Kolaborasi dengan HIPMI NTT dinilai membuka peluang sinergi besar untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan lokal. Melalui kerja sama ini, Bank NTT dapat menghadirkan berbagai skema pembiayaan adaptif bagi anggota HIPMI dan UMKM binaannya — mulai dari kredit mikro produktif, pembiayaan modal kerja, hingga kemitraan dalam digitalisasi usaha.

“Bank NTT memiliki semangat yang sama dengan HIPMI, yakni membangun ekonomi dari daerah untuk kesejahteraan masyarakat. Sinergi ini akan memperluas akses keuangan dan mempercepat lahirnya pengusaha-pengusaha baru dari NTT,” ujar Heru.

Tak hanya di bidang finansial dan pelatihan, HIPMI NTT juga menggagas pengembangan sektor ekonomi kreatif di kawasan pesisir Kota Kupang. Heru mengungkapkan rencana membangun sentra kuliner di Pantai Oeba sebagai ruang ekonomi baru bagi pelaku UMKM muda.

“Saya punya ide untuk buat sentra kuliner ‘Ikan Nae di Pantai’. Konsepnya bukan hanya tempat makan, tapi juga wadah kolaborasi bagi pelaku UMKM kuliner lokal untuk naik kelas,” tuturnya.

Sinergi antara HIPMI NTT dan Bank NTT ini menjadi cerminan semangat kemandirian ekonomi yang tumbuh dari tanah sendiri. Dalam visi besar keduanya, wirausaha muda bukan hanya pelaku bisnis, tetapi juga penggerak ekonomi daerah dan pencipta lapangan kerja baru di Nusa Tenggara Timur.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *