Bank NTT Harus Tunduk Pada Keputusan OJK

  • Whatsapp
Kantor Pusat Bank NTT. (Foto: istimewa)
Ist
Ist

KUPANG, berandanusantara.com – Gonjang-ganjing seputar siapa yang akan ditunjuk sebagai Plt Dirut Bank NTT rupanya berbuah banyak pendapat. Namun sejumlah tokoh, termasuk pemegang saham secara tegas menyatakan harus tunduk pada keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Nama Edy Bria Seran, Plt Dirut sebelumnya, sesuai informasi yang diperoleh, memiliki peluang yang besar untuk kembali duduk di posisinya tersebut. Namun, hal itu dibantah keras oleh mantan Komisaris Utama, Frans Salem.

Read More

banner 728x250

Hal itu lantaran Edy Bria Seran tak lolos dalam fit and proper test di OJK. “Yang berhak menjabat sebagai Plt Dirut adalah salah satu direksi yang akan dilantik besok,” kata Frans Salem, Kamis (24/5/2018) kemarin.

Mantan Sekda NTT itu menjelaskan, pengganti Edy Bria Seran akan ditentukan dalam RUPS, usai pelantikan Direksi yang lolos sesuai dengan keputusan OJK. Jabatan Edy Bria Seran dengan sendirinya berakhir usai pelantikan tersebut.

“Tidak bisa lagi menjabat Plt Dirut, karena sudah ada penggantinya,” tegasnya.

Sama halnya dengan Bupati Sumba Timur, Gideon Mbiliyora. Dia mengatakan Plt Dirut Bank NTT tidak ada alasan untuk tunduk pada keputusan OJK. Namun sebelumnya, dia akan meminta penjelasan OJK mengapa dua calon lain tidak lulus fit and proper test.

“Sebelumnya kami akan minta penjelasan ke OJK,” ungkap Gideon.

Senada, Bupati TTU, Ray Fernandes mengatakan keputusan OJK harus menjadi rujukan bagi pemegang saham. Karena menurutnya, OJK merupakan lembaga yang berkompeten dalam mengawasi perbankan di negera ini.

“Jangan ambil resiko dengan menabrak aturan. Karena akan berdampak pada sehatnya Bank itu sendiri,” tegasnya.

Sementara DPRD NTT juga mengingatkan hal yang sama. Bank NTT wajib menempatkan Pelaksana tugas (Plt) Direktur utama (Dirut) sesuai dengan hasil Fit and Propertest yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Bank NTT harus profesional. Jadi yang lolos harus diangkat, karena berkompeten dan pantas menjabat Plt Dirut,” kata Anggota DPRD NTT Jefry Unbanunaek.

Penempatan pejabat direksi Bank NTT, menurut dia, akan berdampak pada kepercayaan publik dan sehatnya Bank tersebut. “Jika salah menempatkan orang, maka akan berpengaruh pada kepercayaan publik,” katanya.

Berdasarkan perturan OJK No 27/2016, pasal 2 ayat 4 menyebutkan calon direksi, calon anggota dewan komisaris dan/atau calon dewan pengawas komisaris yang belum memperoleh persetujuan OJK dilarang melakukan tindakan atau tugas dan fungsi sebagai anggota direksi, anggota dewan komisaris, atau dewan pengawas syariah LJK, walaupun telah mendapat peraetujuan diangkat oleh RUPS.

Calon direksi hasil RUPS Maumere diusulkan emoat calon direksi, diantaranya Dirut Eduardus Bria Seran, Dirum Thadeus Sola, Dirpem Dana Alexander Riwu Kaho, Dirkep Hilarius Minggu.

Dari empat calon itu, hanya Alexander Riwu Kaho (Direktur pemasaran dana), dan Hilarius Minggu (Direktur kepatutan) yang lulus fit and propertest OJK, sedangkan dua lainnya, yakni Edi Bria (calon Dirut), Thadeus Sola tidak lulus fit and proper test. (AM/nttterkini)

Related posts