Ide Cerdas Takem Radja Pono Sejahterakan Petani Sabu Raijua

Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Share Button

Istimewa

SEBA, berandanusantara.com – Sosok calon Bupati kabupaten Sabu Raijua, NTT, Takem Radja Pono (TRP),  jarang mengumbar khayalan tak logis selama masa kampanye. Dia justru memaparkan solusi untuk berbagai permasalahan melalui ide-ide cerdasnya yang sangat tepat dan efektif diterapkan di kabupaten gersang itu.

Semisal, ketika dirinya berkesempatan berbincang dengan para petani di desa Raeloro, kecamatan Sabu Barat, belum lama ini. Sebagai anak yang lahir dan besar di Seba, ibu kota kabupaten Sabu Raijua, Takem banyak mengenal para petani di sana. Takem pun menyampaikan banyak hal terkait pemanfaatan lahan tidur, untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat kabupaten Sabu Raijua.

Takem Radja Pono berjanji jika kedepan dipercaya memimpin Sabu Raijua, dia akan melakukan gerakan membangunkan lahan tidur diwilayah yang semi arit itu. Dengan demikian Takem berharap kebutuhan pangan untuk Sabu Raijua bisa tercukupi.

“Untuk pemenuhan kebutuhan pangan maka hal yang akan kita lakukan nanti adalah membangunkan lahan tidur. Embung-embung yang dibangun oleh pemerintah harus benar-benar dimanfaatkan secara baik, serta diberi sentuhan teknologi bagimana kita menanam diwilayah yang kering tapi tidak terlalu menggunakan air yang banyak. Kalau sumber air seperti embung masih kurang maka bisa ditambah, untuk menunjang ketersediaan air diwilayah-wilayah yang selama ini dibiarkan tidur oleh masyarakat. Kondisi ini tentu tak terlepas dari kondisi alam yang keras, tapi sebagai manusia yang memiliki akal, kita harus mampu menundukkan kondisi alam yang keras itu demi ketersediaan pangan bagi generasi di Sabu Raijua,” kata Takem Radja Pono.

Takem menegaskan, Pemerintah harus mampu mengurus masyarakat mulai dari perutnya. Salah satu kebutuhan manusia yang tak bisa digantikan adalah kebutuhan terhadap pangan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka pemerintah tidak boleh ongkang-ongkang kaki dan hanya duduk dibelakang meja. Pemerintah harus memastikan bagimana caranya supaya jangan ada satupun rakyat yang tidur dalam kondisi perut kosong. Untuk itu lanjut Takem, maka salah satu cara yang harus dilakukan adalah bagimana memaksimalkan semua potensi lahan di Sabu Raijua dan dikelola sesuai dengan kondisi tanah diwilayah tersebut.

“Pangan itu adalah sesuatu yang tidak bisa tergantikan dari kehidupan manusia, tanpa pangan manusia akan mati, dan tanpa pangan yang cukup dan bergisi maka manusia menjadi tidak cerdas. Ini adalah tanggungjawab pemerintah bagimana memenuhi kebutuhan pangan rakyat tanpa harus tergantung pada beras murah atau bantuan non tunai. Kita harus bergerak bersama dan mimpi itu tentu bisa terwujud jika masyarakat sebagai pemegang kedaulatan memberi kepercayaan kepada saya untuk mengurus Sabu Raijua,” kata Takem.

Takem menegaskan, pangan adalah harga diri masyarakat dalam sebuah daerah. Kecukupan pangan tanpa meminta-minta adalah pembuktian harga diri yang harus dimiliki oleh masyarakat di Kabupaten Sabu Raijua. Untuk itu, pemerintah harus berusaha menjawab setiap kebutuhan masyarakat terutama yang berkaitan dengan percepatan peningkatan ekonomi, dimana pangan merupakan salah satu indikator baik atau buruknya ekonomi masyarakat.

“Kita harus mampu mengusir kemiskinan dari daerah ini dengan cara bekerja keras. Kemiskinan tidak boleh tinggal di Sabu Raijua dan kita buktikan kita bukan bangsa pengemis yang hanya menunggu uluran tangan pemerintah lewat beras miskin,” tegasnya.

Dengan mempersiapkan pangan yang cukup dan bergisi kata Takem Radja Pono, kita sedang menyiapkan generasi-generasi Sabu Raijua yang cerdas dan bisa bersaing dengan dearah lain dari sisi intelektual. “Dengan cukup makan dan cukup gisi, kita sedang mempersiapkan anak-anak dan penerus yang cerdas. Karena itu saya minta kepada semua masyarakat di Sabu Raijua untuk tidak lelah bekerja keras sehingga kita mampu mencetak calon pemimpin masa depan,” pungkasnya.

Jika Sabu Raijua mengami surplus pangan kata Takem Radja Pono, pemerintah memiliki tugas bagimana mengurus hasil pertanian supaya mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Masyarakat harus dilatih untuk mengolah pangan lokal melalui home industri.

“Adapun bahan pangan lokal yang bisa diolah adalah jagung, singkong, rumput laut, kacang, pisang, ikan, dan sebagainya. Pengolahan pangan lokal tersebut antara lain pengolahan mangga menjadi selai atau manisan, pengolahan rumput laut menjadi dodol, stick, pengolahan pisang dan singgkong menjadi keripik. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk Sabu Raijua yang hebat,” ungkap Takem. (*SN)


Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Show Buttons
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Pinterest
Hide Buttons