Kinerja Bank NTT Diapresiasi OJK

  • Whatsapp
Istimewa

KUPANG, BN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nusa Tenggara Timur mengaku kagum dengan aneka kinerja yang ditorehkan Bank NTT. OJK menilai, talenta-talenta Bank NTT juga tidak ketinggalan dengan BPD di provinsi-provinsi lain.

“Ini sesuatu yang membanggakan. Sebagai program rutin tahunan Bank NTT, tentu menyampaikan apresiasi kepada manajemen Bank NTT dan seluruh jajaran yang telah berhasil dan secara konsisten memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat NTT dengan moto Melayani Lebih Sungguh,” sebut Kepala OJK Provinsi NTT, Japarmen Manalu Ketika berbicara dalam acara Dedikasi Awards Bank NTT 2022 di Garden and Pool Naka Hotel Kupang, Jumat (4/11/2022).

Read More

banner 728x250

Disebutjkan Japarmen Manalu, OJK juga kagum dengan kegiatan formal berupa Ramai Skali salah satu program unggulan Bank NTT untuk menyemarakan bulan inklusi keuangan tahun 2022 yang mengambil tema Inklusi Keuangan Meningkat Perekonomian Semakin Kuat.

“Kami ucapkan terimakasih atas kemitraan manajemen Bank NTT yang telah turut ambil bagian dalam perhelatan bulan inlklusi keuangan tahun ini. Kami sendiri dari OJK kemarin melakukan bulan inklusi keuangan itu hanya di Kota Kupang, tetapi Bank NTT, kami dikirimi foto-foto di seluruh cabang, ini luar biasa,” ucapnya kagum.

Ia mengatakan, tahun ini OJK juga kembali melakukan survey Nasional literasi dan inklusi keuangan yang merupakan agenda tahunan selama 3 tahun. Survey itu untuk mengukur capaian indeks literasi dan inklusi keuangan. Dijelaskan, berdasarkan hasil survey tahun ini indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49.68% dan inklusi keuangan sebesar 85,10%. “Nilai ini meningkat dibandingkan pada tahun 2019 dimana indeks literasi keuangan sebesar 38,93% dan inklusi keuangan 76,19%. Untuk NTT, belum dibreakdwon per provinsinya berapa,” jelasnya.

Japarmen Manalu mengatakan, hasil survey tersebut menjadi cerminan bahwa dalam tiga tahun terakhir kerja keras bersama dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan membuahkan hasil yang optimal. “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan Bank NTT yang terus berdedikasi menberikan pelayan terbaik sehingga memberikan kenyamanan dan keyakinan kepada masyarakat untuk terus menggunakan produk-produk lembaga jasa keuangan yang terdaftar dan diawasi oleh OJK,” katanya.

Kokoh Hadapi Guncangan Ekonomi 2023

OJK Provinsi NTT menilai, Bank NTT mempunyai Ketahanan Modal menghadapi guncangan ekonomi di tahun 2023. “Saya simpulkan bahwa Bank NTT masih memiliki ketahanan permodalan yang baik untuk mengarungi tahun 2023 dengan optimisme yang tinggi,” ujar Japarmen Manalu.

Meski demikian, ia mengingatkan adanya tantangan besar dan yang sangat berat ke depan sehingga perlu tanggung jawab dan peran aktif dari seluruh elemen yang ada di Bank NTT. Tidak hanya itu, efisiensi adalah salah satu strategi yang tepat saat ini dalam menjaga
stabilitas permodalan dan rentabilitas bank NTT.

“Kondisi ekonomi global ini antara lain adalah perlambatan ekonomi dan inflasi akibat krisis energi dan krisis pangan yang merupakan imbas dari perang Rusia dan Ukraina. Saat ini Bank Indonesia juga telah menaikkan BI Rate dari 3,50 persen di bulan Juli 2022 menjadi 4,75 persen di bulan September 2022. Dengan kondisi seperti itu, kenaikan suku bunga di perbankan dalam beberapa bulan ke depan adalah sebuah keniscayaan,” sebutnya.

Dijelaskan Japarmen, bank akan menghadapi kenaikan biaya bunga dana pihak ketiga dan sebaliknya bagi masyarakat akan terkena imbasnya berupa kenaikan suku bunga kredit. Ia mengatakan, bank NTT sebagai bank daerah memiliki segmentasi kredit 70 persen di kredit pegawai dan aktivitas bisnis yang belum terekspos risiko nilai tukar. Hal ini tentu krisis ekonomi global tersebut tidak secara langsung berdampak terhadap bisnis bank.

“Namun demikian, jajaran Bank NTT tetap harus waspada dengan potensi kelesuan ekonomi dan penurunan daya beli masyarakat. Kinerja Bank NTT sampai dengan Triwulan III 2022 yaitu secara year to date untuk pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 8,38 persen, pertumbuhan kredit sebesar 3,42 persen, pertumbuhan total aset 8,81 persen. Sementara secara year on year (yoy) pertumbuhan total aset sebesar 0,56 persen, pertumbuhan DPK 3,58 persen dan pertumbuhan kredit 3,39 persen. Ini masih di bawah pertumbuhan kredit perbankan di regional NTT maupun nasional,” ungkap dia.

Ia menaruh harapan agar pada Triwulan IV 2022 capaian itu bisa lebih baik karena adanya upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Bank NTT selama ini. (*/BN)

Related posts